BATAM, deltakepri.co.id — Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Batam dalam rangka Hari Jadi ke-196 Kota Batam Tahun 2025 di Ruang Sidang Utama DPRD Batam, Kamis, 18 Desember 2025.
Rapat paripurna dihadiri Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura, Anggota DPD RI Ria Saptarika, unsur Forkopimda, pimpinan dan anggota DPRD, tokoh adat dan agama, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai elemen masyarakat.
Dalam sambutannya, Amsakar menegaskan peringatan Hari Jadi Batam bukan sekadar penanda usia kota, melainkan momentum memperkuat kebersamaan, kecintaan, dan rasa memiliki masyarakat terhadap Batam.
“Ini proses pewarisan nilai dan penguatan komitmen terhadap masa depan Batam,” kata Amsakar.
Tema Hari Jadi Batam ke-196, “Unggul dan Berdaya Saing”, menurut Amsakar, merupakan arah pembangunan kota. Unggul dimaknai sebagai pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter, berilmu, sehat, produktif, serta menjunjung nilai budaya Melayu.
“Batam harus tumbuh modern tanpa kehilangan identitas,” ujarnya.
Ia menambahkan, daya saing Batam ditopang oleh infrastruktur yang kuat, pelayanan publik profesional, regulasi yang ramah investasi, serta sumber daya manusia yang siap bersaing secara global.
Sepanjang 196 tahun perjalanan Batam, capaian ekonomi dinilai menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi Batam pada 2024 tercatat 6,69 persen dan meningkat menjadi 6,89 persen hingga Triwulan III 2025, melampaui rata-rata Provinsi Kepulauan Riau dan nasional.
Kontribusi Batam terhadap perekonomian Provinsi Kepri mencapai 65,39 persen, dengan sektor industri pengolahan sebagai motor utama. Nilai ekspor Batam pada 2024 mencapai 16 miliar dolar AS, meningkat sekitar 10 persen dibanding tahun sebelumnya.
Sementara realisasi investasi hingga Triwulan III 2025 tercatat Rp33,66 triliun atau naik 74,94 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batam pada 2025 mencapai 83,8, menempatkannya di peringkat lima terbaik di Sumatera. Tingkat kemiskinan juga menurun dari 4,85 persen pada 2024 menjadi 3,81 persen pada 2025.
Atas capaian tersebut, Batam meraih apresiasi sebagai pemerintah daerah berkinerja terbaik dalam pengentasan kemiskinan dari Kementerian Dalam Negeri bersama Tempo Media Group, serta penghargaan Kota Daerah Perbatasan Terinovatif 2025.
Menutup sambutannya, Amsakar mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kebersamaan dalam membangun Batam.
“Tidak ada kota yang maju karena satu orang. Kota yang maju adalah kota yang warganya bergerak bersama,” ujarnya.
Rapat paripurna ditutup dengan prosesi pemotongan Nasi Besar sebagai simbol nilai budaya Melayu dan penghormatan terhadap sejarah serta leluhur Batam.
Penulis: Deni
Editor: Indra












