Beranda Sains AS Tuding China Tersangka Utama Hack Data

AS Tuding China Tersangka Utama Hack Data

0

WASHINGTON – Kepala biro intelijen Anerika Serikat (AS) menuding China sebagai tersangka utama di belakang aksi peretasan berskala besar yang mempengaruhi data jutaan pegawai pemerintah AS.

Kepala badan intelijen AS, James Clapper adalah pejabat tertinggi AS yang mengumumkan hal itu dan menuduh Beijing berada dalam aksi peretasan itu semenjak masalah ini munucl ke permukaan.

“China masih menjadi tersangka utama,” kata Clapper di sebuah konferensi di Washington. Tetapi, lanjutnya, “AS masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.”

China selama ini mengelak semua tuduhan yang menyebut mereka di balik pembobolan data jutaan pegawai pemerintah AS.

Baca Juga :   Maret ini, Awe bahas Smelter bersama Investor asal China

Sebelumnya, Kantor Manajemen Personel (OPM) AS telah mengonfirmasi pada awal Juni lalu bahwa hampir empat juta pegawai yang ada saat ini maupun di masa lalu terkena dampak pelanggaran ini.

China membantah

Sebagaimana diberitakan BBC, Jumat (26/6/2015), menurut pejabat OPM, pelanggaran ini berpotensi mempengaruhi semua badan federal.

Pernyataan yang menyebut China sebagai tersangka utama itu dibuat usai pertemuan tingkat tinggi China-AS yang membahas masalah kode etik terkait sistem keamanan internet.

Dalam pertemuan yang digelar di Washington, Menlu AS John Kerry mengatakan, kerjasama dengan China diperlukan untuk merancang kode etik persoalan tersebut. Perwakilan China disebutkan menyetujui hasil pertemuan.

Baca Juga :   Tersangka Dwelling Time Resmi Ditahan

Sejauh ini China membantah tuduhan AS dan menyebut tuduhan terkait peretasan itu tidak bertanggung jawab. net

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here