BatamHeadline

Andi Amran: Swasembada Beras Bukan Soal Anggaran, Tapi Kebijakan Tepat

×

Andi Amran: Swasembada Beras Bukan Soal Anggaran, Tapi Kebijakan Tepat

Sebarkan artikel ini
Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman.F-Istimewa

BATAM, deltakepri.co.id — Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) ke-XVII Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) yang digelar di Kota Batam, Kepulauan Riau, Senin, 19 Januari 2026.

Kehadiran Andi Amran dalam forum nasional tersebut didampingi Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura.

Sebelumnya, Menteri Pertanian juga melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Karimun sebagai bagian dari agenda kerja di wilayah Kepulauan Riau.

Dalam Rakornas Apkasi, Andi Amran tampil sebagai pemateri tunggal dengan mengangkat tema penguatan ekosistem pertanian daerah untuk mendukung kemandirian pangan, hilirisasi, dan peningkatan kesejahteraan petani.

Baca Juga :  Jambret Gasak Gelang Emas di Batam, Polisi Amankan Dua Pelaku

Ia memaparkan capaian Indonesia dalam mewujudkan swasembada pangan, khususnya komoditas beras, yang telah diumumkan Presiden Prabowo Subianto pada 7 Januari 2026.

Menurut Andi Amran, produksi beras nasional saat ini mencapai 34,71 juta ton per tahun, angka tertinggi sepanjang sejarah.

“Angka produksi tersebut melampaui kebutuhan konsumsi nasional yang berada di kisaran 31,19 juta ton per tahun,” kata Andi Amran dalam pemaparannya.

Ia menegaskan, keberhasilan tersebut tidak semata-mata ditopang oleh peningkatan anggaran di sektor pertanian.

Menurut dia, kunci utama swasembada pangan terletak pada kebijakan strategis yang diterapkan pemerintah pusat, salah satunya melalui penerbitan sejumlah Instruksi Presiden di bidang pertanian.

Baca Juga :  Penyelundupan Gula hingga Minyak Goreng Terbongkar, Amsakar Minta Penindakan Tegas

Sepanjang 2025, Presiden Prabowo Subianto, kata Andi Amran, telah mengeluarkan berbagai kebijakan yang secara langsung memperkuat sektor produksi pangan nasional, mulai dari penguatan sarana produksi hingga percepatan program di tingkat daerah.

Andi Amran juga menyoroti peran pemerintah kabupaten sebagai ujung tombak pembangunan pertanian.

Ia menilai, keberhasilan swasembada pangan nasional sangat ditentukan oleh kemampuan daerah dalam merumuskan dan menjalankan kebijakan teknis di lapangan.

“Para bupati memiliki posisi strategis untuk mendorong terobosan di sektor pertanian, agar swasembada pangan bisa dipercepat dan kesejahteraan petani semakin meningkat,” ujarnya.

Baca Juga :  KM Sunly 10 yang Diduga Milik Seorang Pengusaha Kijang Ditangkap Bea Cukai

Rakornas Apkasi ke-XVII ini menjadi forum konsolidasi pemerintah kabupaten se-Indonesia dalam memperkuat sinergi pembangunan daerah, termasuk dalam mendukung agenda besar kemandirian pangan nasional.

Penulis: Deni
Editor: Indra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *