BATAM, deltakepri.co.id – Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, menyambut kedatangan Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra, di Bandara Hang Nadim Batam.
Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat koordinasi antara Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat, khususnya untuk mendukung kemajuan Kabupaten Kepulauan Anambas.
Dalam kesempatan itu, Bupati Aneng menegaskan pentingnya sinergi lintas lembaga guna mengakselerasi pembangunan daerah perbatasan.
Hal ini sejalan dengan hasil retreat para kepala daerah beberapa waktu lalu yang menekankan pentingnya komunikasi aktif dengan kementerian terkait.
“Pertemuan bersama Menko Yusril bukan kebetulan. Ini bagian dari sinergitas saya dengan beliau. Saya berkonsultasi mengenai isu KUMHAM dan keimigrasian, karena Anambas sebagai kabupaten perbatasan memiliki tantangan tersendiri,” ujar Aneng.
Salah satu isu krusial yang dibahas adalah perlindungan hukum bagi nelayan Anambas yang kerap kali terdampar di wilayah negara tetangga akibat cuaca ekstrem.
Dalam konteks tersebut, Aneng menilai perlu adanya kebijakan pusat yang berpihak pada masyarakat perbatasan.
“Saya tidak menunggu bola. Saya akan kejar semua peluang bantuan dan kemudahan regulasi dari pusat demi masyarakat Anambas,” tegasnya.
Meski masih dalam 100 hari pertama masa jabatannya, Aneng bersama Wakil Bupati Raja Bayu Febri Gunadian terus bergerak cepat.
Di tengah tantangan defisit anggaran, ia tetap optimis melakukan pembenahan kondisi keuangan daerah secara bertahap dan taat aturan.
Selain itu, Aneng juga menyampaikan rencana pengembangan pariwisata Anambas, termasuk membuka jalur langsung ke Malaysia.
Ia berharap proses pengurusan visa turis dapat dipermudah guna mendukung sektor pariwisata.
“Target saya, Anambas menjadi primadona di ASEAN. Keindahan alam kita luar biasa, tinggal bagaimana kita membangun kolaborasi lintas instansi, seperti Imigrasi, CIQP, Kepolisian, dan stakeholder lainnya untuk mewujudkan wisata berkelas internasional,” tutup Aneng. (DUR)












