AnambasKepri

Pemprov Kepri Serahkan Santunan Rp42 Juta ke Ahli Waris Nelayan

×

Pemprov Kepri Serahkan Santunan Rp42 Juta ke Ahli Waris Nelayan

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau bersama BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan santunan kematian kepada dua ahli waris nelayan dalam kegiatan yang digelar di Masjid Agung Baitul Makmur, Minggu/f-dur

ANAMBAS, deltakepri.co.id — Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau bersama BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan santunan kematian kepada dua ahli waris nelayan dalam kegiatan yang digelar di Masjid Agung Baitul Makmur, Minggu, 12 April 2026.

Masing-masing ahli waris menerima santunan sebesar Rp42 juta. Kedua nelayan tersebut tercatat sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan dengan iuran yang dibayarkan oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

Kegiatan ini dihadiri Gubernur dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau, jajaran Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas, serta Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Tanjungpinang, Iwan Kurniawan.

Baca Juga :  Kepri Perkuat Perang Melawan TPPO, Sekda Misni: Wilayah Perbatasan Harus Lebih Waspada

Penyerahan santunan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya bagi pekerja sektor rentan seperti nelayan dan petani.

Saat ini, program tersebut telah menjangkau sekitar 31.500 nelayan dan 9.200 pekerja sektor pertanian di Kepulauan Riau.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tanjungpinang, Iwan Kurniawan, mengatakan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Risiko seperti kecelakaan kerja maupun kematian tidak dapat dihindari, sehingga perlindungan jaminan sosial menjadi sangat penting bagi pekerja dan keluarganya,” ujarnya.

Baca Juga :  Lagi, Bakamla RI Berhasil Amankan PMI Ilegal di Perairan Kepri

Ke depan, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau juga berencana memperluas cakupan program perlindungan ke sektor transportasi publik.

Melalui program ini, pemerintah berharap para pekerja, khususnya di sektor informal, dapat merasa lebih aman dalam menjalankan aktivitas serta memiliki jaminan keberlangsungan ekonomi keluarga. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *