YOGYAKARTA, deltakepri.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Rumah Sakit BP Batam (RSBP) melakukan kunjungan kerja ke Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM) di Yogyakarta, Jumat (3/10/2025).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis RSBP Batam dalam mempersiapkan diri menuju status Rumah Sakit Pendidikan, sejalan dengan komitmen Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan serta mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang kedokteran.
Rombongan BP Batam dipimpin oleh Ariastuty Sirait, Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum, bersama Tanto Budiharto, Direktur RSBP Batam; Evi Bangun, Wakil Direktur Keuangan dan Umum; serta sejumlah manajer dan perwakilan dokter RSBP Batam.
Rombongan diterima langsung oleh dr. Nurwestu Rusetiyanti, M.Kes., Sp.DVE., Subsp. Ven, Kepala Bagian Akademik dan Riset RSA UGM, serta dr. Domas Fitria Widyasari, Sp.MK, Ketua Komite Koordinasi Pendidikan RSA UGM.
Kegiatan diawali dengan paparan dan diskusi mengenai tahapan akreditasi Rumah Sakit Pendidikan, meliputi sistem pembelajaran, jejaring pendidikan, serta integrasi fungsi pelayanan, pendidikan, dan penelitian.
Rombongan juga berkesempatan meninjau berbagai fasilitas akademik seperti laboratorium keterampilan klinik, ruang diskusi mahasiswa koas, dan unit riset terpadu.
Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan bahwa kunjungan ini merupakan langkah awal untuk memperkuat kerja sama dengan berbagai universitas dalam rangka mendukung transformasi RSBP Batam.
“Kami belajar banyak dari RSA UGM sebagai salah satu rumah sakit pendidikan terbaik di Indonesia. Dalam waktu dekat, kami akan bekerja sama dengan dua universitas besar di Batam agar RSBP dapat berperan sebagai rumah sakit pendidikan utama dan satelit,” ujar Ariastuty.
BP Batam berharap, melalui langkah ini, RSBP Batam dapat segera memenuhi seluruh kriteria Rumah Sakit Pendidikan dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan serta pengembangan tenaga medis di Kepulauan Riau dan wilayah sekitarnya. (*)












