Tanjungpinang

Sekolah Rakyat di Tanjungpinang Mulai Beroperasi 30 September, Fasilitas Sudah 95 Persen Siap

×

Sekolah Rakyat di Tanjungpinang Mulai Beroperasi 30 September, Fasilitas Sudah 95 Persen Siap

Sebarkan artikel ini
Sekolah Rakyat Tanjungpinang, di Jalan Borobudur, Kamis (25/9/2025)/f-indra-dk

TANJUNGPINANG, deltakepri.co.id – Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, bersilaturahmi dengan calon wali murid Sekolah Rakyat di Jalan Borobudur, Kamis (25/9/2025).

Pertemuan ini digelar untuk memberikan gambaran terkait proses pendidikan yang akan dijalankan di sekolah tersebut.

Sekolah Rakyat direncanakan mulai beroperasi pada 30 September 2025.

Dalam kesempatan itu, Lis Darmansyah juga memperkenalkan manajemen guru yang akan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan terkait penyusunan materi pembelajaran.

“Kita memberikan gambaran kepada orang tua seperti apa Sekolah Rakyat itu. Misalnya, jika ada orang tua yang tidak terbiasa pisah dengan anaknya, bagaimana langkah-langkah untuk bisa bertemu,” ujar Lis.

Ia menegaskan, orang tua perlu memahami aturan sekolah, termasuk masa adaptasi anak.

Baca Juga :  Lis Darmansyah: Pemko Tanjungpinang Perkuat Koordinasi Stabilkan Harga

“Satu bulan pertama anak-anak tidak boleh dijenguk. Setelah itu baru diperbolehkan dengan ruang khusus yang sudah disediakan,” tambahnya.

Selain itu, pada 30 September mendatang juga akan dilakukan pemeriksaan kesehatan gratis (PKG) bagi 100 siswa, terdiri dari 50 siswa SD, 25 siswa SMP, dan 25 siswa SMA.

“Jika hasil pemeriksaan kesehatan memenuhi persyaratan, mereka akan mulai tinggal di sekolah selama dua minggu untuk masa pengenalan,” jelas Lis.

Program ini, menurut Lis, merupakan kesempatan emas yang harus dimanfaatkan masyarakat, khususnya penerima bantuan pemerintah.

“Negara mendidik anak-anak selama 12 tahun. Program ini sangat tepat dalam pengentasan kemiskinan sekaligus membentuk karakter anak,” ungkapnya.

Baca Juga :  Musrenbang Kampung Baru, Lis Minta Usulan Pembangunan Tidak Diulang

Lebih lanjut, Lis memastikan fasilitas Sekolah Rakyat sudah siap meski sifatnya masih sementara.

Lokasi permanen akan dibangun di atas lahan seluas 6 hektare di Bukit Manuk, Senggarang, dengan anggaran sekitar Rp200 miliar dari Kementerian Sosial dan Kementerian Pekerjaan Umum.

Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat, Reni Putri Rahmadani, menyampaikan bahwa sarana dan prasarana sekolah telah mencapai 95 persen, sedangkan bangunan fisik rampung 100 persen.

“Tanggal 29 September anak-anak akan menjalani PKG di Puskesmas terdekat, lalu masuk asrama dan menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selama dua minggu,” ujarnya.

Baca Juga :  Danlanud RHF Pamitan Ke Danlantamal IV Sebelum Pindah

Reni menambahkan, pihak sekolah juga menyiapkan program adaptasi selama tiga bulan agar anak-anak betah di asrama.

Selain itu, setiap siswa akan mengikuti tes talent DNA untuk memetakan bakat dan keterampilan mereka.

Namun, ia mengakui masih ada kekurangan tenaga pengajar. Saat ini sudah tersedia 19 guru untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.

“Kami masih membutuhkan guru agama, seni budaya, dan bahasa Inggris. Untuk guru agama akan kami koordinasikan dengan Kemenag Tanjungpinang. Guru seni budaya belum ada pelamar, sementara guru bahasa Inggris ada, tetapi belum melapor,” pungkasnya.

Penulis: Indra

Editor: Tahan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *