TANJUNGPINANG, deltakepri.co.id – Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Provinsi Kepulauan Riau resmi membuka Pekan Budaya Melayu Nusantara di Lapangan Pamedan, Jalan Ahmad Yani, Tanjungpinang, Selasa (19/8/2025) malam.
Meski sempat diguyur gerimis, antusiasme masyarakat tetap tinggi menyaksikan acara yang akan berlangsung hingga 22 Agustus 2025 tersebut.
Agenda ini tidak hanya menampilkan kesenian, tetapi juga menjadi ajang pertemuan penggiat budaya dan pelaku UMKM yang ikut menggerakkan perekonomian lokal.
Kepala BPK Kepri, Jumhari, menegaskan Tanjungpinang merupakan basis wisata budaya Melayu, apalagi Pulau Penyengat telah ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya nasional sejak 2018.
“Pulau Penyengat sekarang posisinya sebagai bagian penting dalam proses peradaban Nusantara, terutama terkait dengan peradaban Melayu,” ujar Jumhari.
Ia menambahkan, berbagai warisan budaya tak benda lahir dari bekas Kerajaan Melayu Riau-Lingga, seperti silat, pantun, dan kebaya labuh.
Bahkan tahun depan, kesenian Makyong juga akan ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda.
“InsyaAllah pada 23 Agustus nanti akan ada pertemuan dengan Dinas Kebudayaan Kepri dan Yayasan Warisan Johor untuk mendorong pengusulan Zapin agar didaftarkan pada 2027. Harapannya, pada 2028 Zapin bisa ditetapkan bersama Malaysia menjadi warisan dunia,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza, menegaskan Pekan Budaya Melayu Nusantara bukan sekadar hiburan, tetapi juga menghidupkan kembali denyut kebudayaan Melayu.
“Sejak dahulu Melayu dikenal sebagai bangsa beradab. Adatnya bersendi syara, syara berlandaskan Kitabullah. Budaya bukan sekadar hiasan, melainkan nafas kehidupan,” ucapnya.
Menurutnya, melalui Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan Nomor 5 Tahun 2017, negara telah memberikan ruang dan payung hukum agar pusaka budaya tetap lestari.
“Berbagai kesenian ditampilkan di sini, mulai dari lomba syair musikal, lagu Melayu akustik, tari persembahan, hingga fashion show busana khas. Ini ruang bagi generasi muda untuk mencintai budayanya sendiri,” tutur Raja.
Ia berharap Pekan Budaya Melayu Nusantara tidak berhenti sebagai acara tahunan, melainkan menjadi agenda berkelanjutan yang mampu melahirkan pewarisan budaya.
“Pemko Tanjungpinang akan terus mendukung kemajuan budaya melalui sinergi dan kolaborasi. Kita ingin menjadikan Tanjungpinang sebagai kota yang bertumpu pada warisan Melayu, namun tetap maju mengikuti arus zaman,” tegasnya.
Sebagai malam pembukaan, penampilan Group Musik Dermaga Musikal dari Medan turut memeriahkan panggung dengan lagu-lagu khas Melayu.
Penulis: Indra
Editor: Tahan












