TANJUNGPINANG, deltakepri.co.id – Kafilah Kabupaten Bintan menampilkan atraksi budaya dan komoditas unggulan daerah saat mengikuti Pawai Taaruf Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XII Tingkat Provinsi Kepulauan Riau di Pelataran Taman Gurindam 12, Kota Tanjungpinang, Sabtu, 4 Juli 2026.
Penampilan sosok Khalid bin Walid, arak-arakan durian, hingga atraksi Silat Melayu Lama menjadi daya tarik dalam defile yang diikuti seluruh kafilah dari tujuh kabupaten dan kota di Kepulauan Riau.
Kafilah Bintan yang berjumlah 2.031 orang menempati urutan kedua dalam pawai.
Rombongan dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan, Ronny Kartika, sementara Sony Pradito Widagdo tampil sebagai komandan kafilah dengan kostum menyerupai panglima perang Islam, Khalid bin Walid.
Ronny mengatakan keikutsertaan ribuan peserta menjadi bentuk dukungan kepada para kafilah Bintan yang akan berlaga pada MTQ XII Kepri.
“Bintan hadir untuk berkompetisi sekaligus memeriahkan MTQ Kepri tahun ini. Panjangnya barisan ini menjadi simbol dukungan dan doa bagi para peserta yang akan mengharumkan nama Bintan,” ujar Ronny.
Ia mengapresiasi antusiasme kepala organisasi perangkat daerah, camat, lurah, kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga warga yang turut bergabung dalam barisan pawai.
Menurut Ronny, kebersamaan tersebut menjadi penyemangat bagi peserta sekaligus bagian dari syiar Islam melalui penyelenggaraan MTQ tingkat provinsi.
Defile Bintan diawali barisan 66 bunga manggar, disusul penampilan Marching Band Bintan Maritim Corps. Rombongan berikutnya membawa komoditas unggulan berupa durian dan salak sari intan yang selama ini menjadi identitas pertanian Kabupaten Bintan.
Barisan kemudian dilanjutkan oleh perwakilan organisasi perangkat daerah, masyarakat, atraksi Silat Melayu Lama, serta kendaraan hias yang menampilkan replika Anak Mengaji.
Pada MTQ XII Provinsi Kepulauan Riau, Kabupaten Bintan mengirimkan 50 peserta yang terdiri atas 26 laki-laki dan 24 perempuan. Mereka dijadwalkan mengikuti 23 dari 24 cabang perlombaan yang dipertandingkan.
Penulis: Indra
Editor: Red












