AdvertorialBatamKepri

Mensos Dorong Kepri Percepat Penyediaan Lahan Sekolah Rakyat

×

Mensos Dorong Kepri Percepat Penyediaan Lahan Sekolah Rakyat

Sebarkan artikel ini
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf/f- istimewa

BATAM, deltakepri.co.id — Menteri Sosial Saifullah Yusuf mendorong pemerintah daerah di Kepulauan Riau mempercepat penyediaan lahan untuk pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat.

Penyediaan lahan dinilai menjadi kunci percepatan program pendidikan prioritas pemerintah pusat.

Hal itu disampaikan Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, saat menghadiri Rapat Kerja Nasional ke-XVII Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Batam, Selasa, 20 Januari 2026.

“Kami menargetkan pembangunan seratus gedung permanen Sekolah Rakyat setiap tahun,” kata Gus Ipul kepada wartawan.

Baca Juga :  Kejati Kepri dan Bank Mandiri Teken Kerja Sama Perkuat Kepastian Hukum

Ia mengatakan Kementerian Sosial saat ini fokus memperkuat akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga rentan.

Program Sekolah Rakyat dirancang sebagai pendidikan berbasis asrama untuk memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Menurut Gus Ipul, hingga kini sebanyak 166 Sekolah Rakyat rintisan telah beroperasi di 34 provinsi.

Di Kepulauan Riau, tiga Sekolah Rakyat telah berjalan, terutama di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).

Namun sebagian besar sekolah tersebut masih bersifat rintisan dan belum memiliki gedung permanen.

Baca Juga :  Pilkada Bintan, Hasriawady: Bila Amanat Partai, Saya Siap Lahir Bathin

“Pemerintah daerah memegang peran kunci dalam penyediaan aset lahan. Jika lahan tersedia, pembangunan bisa segera dimulai,” ujarnya.

Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan Kementerian Sosial dapat berjalan optimal agar target pembangunan sekolah permanen dapat tercapai sesuai jadwal.

Kemensos, kata dia, juga berkomitmen mengawal proses seleksi peserta didik agar tepat sasaran.

Dengan sistem asrama, siswa diharapkan dapat belajar lebih fokus dalam lingkungan yang aman dan mendukung.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial Kepulauan Riau, Mahadi Rahman mengatakan program Sekolah Rakyat mendapat sambutan positif dari masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses pendidikan.

Baca Juga :  Puluhan Pemuda Geruduk Tambang Granit di Selayar

“Kehadiran Sekolah Rakyat menjadi angin segar bagi warga di pulau-pulau terpencil untuk mendapatkan pendidikan gratis berbasis asrama,” kata Mahadi.

Ia menambahkan pemerintah pusat menargetkan pembangunan 204 titik Sekolah Rakyat baru sepanjang 2026, dengan kapasitas sekitar 45.000 siswa di seluruh Indonesia.

Di Kepulauan Riau, pemerintah daerah ditargetkan memastikan setiap kabupaten dan kota memiliki Sekolah Rakyat hingga akhir tahun 2026. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *