BintanHeadline

Kenduri Merohom Bukit Batu, Warisan Budaya Tak Benda yang Terus Lestari di Bintan

×

Kenduri Merohom Bukit Batu, Warisan Budaya Tak Benda yang Terus Lestari di Bintan

Sebarkan artikel ini
Tradisi Kenduri Merohom Bukit Batu yang digelar setiap tanggal 27 Rajab Hijriah terus dilestarikan masyarakat Kabupaten Bintan.F-Diskominfo Bintan

BINTAN, deltakepri.co.id – Tradisi Kenduri Merohom Bukit Batu yang digelar setiap tanggal 27 Rajab Hijriah terus dilestarikan masyarakat Kabupaten Bintan.

Tradisi ziarah tahunan ini berlangsung di Kompleks Makam Marhum Bukit Batu, Desa Bintan Buyu, Kecamatan Teluk Bintan, Jumat (16/1/2026).

Kompleks Makam Marhum Bukit Batu merupakan makam keluarga Kerajaan Bentan (kini Kabupaten Bintan). Tradisi Merohom—yang juga dikenal sebagai Marhom atau Marhum—telah berlangsung turun-temurun dan sarat dengan nilai sejarah, keagamaan, serta adat istiadat Melayu.

Dalam pelaksanaannya, masyarakat membawa nasi kuning, telur, serta bunga warna-warni yang dalam tradisi Melayu dikenal sebagai bunga telur atau bunge telo.

Baca Juga :  Pemkab Bintan Buka Beasiswa 2026, Pendaftaran S1 Ditutup 1 Juni

Jumlah telur yang dibawa harus ganjil, seperti lima, sembilan, atau sebelas butir, yang mencerminkan nilai-nilai Islam sebagai sendi utama tradisi tersebut.

Di dalam kompleks makam terdapat enam makam tokoh penting, yakni Budayana, Wan Pok (Wan Empuk), Wan Malani, Wan Sri Beni, Tok Telani, serta Tok Hile (Tok Kelaun).

Tradisi dan kawasan makam ini terus dijaga oleh masyarakat setempat, dengan dukungan pemugaran dari Pemerintah Kabupaten Bintan.

Upaya pelestarian tersebut membuahkan hasil. Tradisi Kenduri Merohom Bukit Batu resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia pada 15 Desember 2025.

Baca Juga :  Efisiensi dan Transparansi, Pemkab Bintan Bersama PLN Benahi Tata Kelola Pajak Listrik dan PJU

Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan, Ronny Kartika, yang turut menghadiri kenduri tersebut menyampaikan rasa syukur atas penetapan itu.

“Alhamdulillah, tradisi yang penuh nilai historis dan norma luhur Melayu ini telah resmi menjadi Warisan Budaya Tak Benda. Ini memperkuat semangat kita untuk terus melestarikannya dan mewariskannya kepada generasi mendatang. Takkan Melayu hilang di bumi,” ujar Ronny.

Ratusan masyarakat tampak memadati area makam dan mengikuti doa bersama yang dipimpin Ketua Kampung.

Para penziarah tidak hanya berasal dari wilayah Bukit Batu dan sekitarnya, tetapi juga dari Kota Tanjungpinang dan Kota Batam.

Baca Juga :  Abrasi hingga Cuaca Ekstrem Mengintai, Bintan Perkuat Kesiapsiagaan dari Keluarga

Selain sebagai bentuk pelestarian budaya, Kenduri Merohom Bukit Batu diharapkan dapat menjadi daya tarik wisata budaya dan religi.

Tradisi ini menambah kekayaan potensi pariwisata Kabupaten Bintan, yang tidak hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga adat budaya, kuliner, dan sejarah.

Penulis: Indra
Editor: Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *