Batam

Proyek Jalan Raja Isa Batam Ditargetkan Selesai Desember 2025

×

Proyek Jalan Raja Isa Batam Ditargetkan Selesai Desember 2025

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) terus memacu pembangunan infrastruktur jalan, Selasa (16/9/2025)/f-deni-dk

BATAM, deltakepri.co.id – Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) terus memacu pembangunan infrastruktur jalan.

Tahun ini, fokus diarahkan pada ruas Jalan Raja Isa di kawasan Batam Center yang menghubungkan Simpang Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri hingga Simpang KDA.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra, menegaskan pembangunan infrastruktur menjadi salah satu dari 15 program prioritas Pemko Batam.

Kepala DBMSDA Batam, Suhar, mengatakan pengerjaan jalan dilakukan dengan dua skema.

Baca Juga :  Peredaran Vape Etomidate Digagalkan, Polda Kepri Sita Ribuan Gram Barang Bukti Narkoba

Dari Simpang BI menuju Simpang Kaliban, dilakukan pelebaran dengan penambahan satu lajur di kedua sisi.

Sedangkan dari Simpang Kaliban ke Simpang KDA, dilakukan overlay atau pengaspalan ulang.

“Pelebaran dari Simpang BI hingga Kaliban masih berproses, sementara jalur Kaliban sampai KDA sedang disiapkan overlay melalui penambalan lubang,” ujar Suhar, Selasa (16/9/2025).

Ia menegaskan proyek ini ditargetkan rampung akhir tahun.

“Akhir tahun jalan ini sudah bisa dinikmati masyarakat dengan kondisi mulus,” tambahnya.

Meski begitu, Suhar mengimbau para pengendara agar tetap berhati-hati karena aktivitas alat berat sesekali menyebabkan arus lalu lintas tersendat.

Baca Juga :  Perkuat Pertahanan Udara, BP Batam Serahkan BMN ke TNI AU

“Kami memahami adanya ketidaknyamanan, namun hal ini hanya sementara dan manfaatnya akan terasa di masa mendatang,” ungkapnya.

Sebelumnya, pada Agustus 2025, Wali Kota Batam Amsakar Achmad juga meninjau pekerjaan pelebaran Jalan Laksamana Bintan di kawasan Sungai Panas.

Proyek sepanjang Simpang Gelael hingga Simpang Underpass Pelita itu digarap PT Medan Tracktorindo Perkasa dengan nilai kontrak Rp18,42 miliar serta diawasi PT Multi Firma Riau Konsultan.

Penulis: Deni
Editor: Tahan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *