KepriPolitikTanjungpinang

Tepis berita pertemuan politik Tanjungpinang, Isdianto: Saya saksinya!

×

Tepis berita pertemuan politik Tanjungpinang, Isdianto: Saya saksinya!

Sebarkan artikel ini

Delta Kepri – Wakil Gubernur Provinsi Kepri Isdianto menghimbau kepada seluruh Tim Sukses, Simpatisan dan pendukung Pasangan Calon Pilkada Kota Tanjungpinang agar selalu menjaga kestabilitasan politik.

Pasalnya, Isdianto mengaku sudah mulai mendengar informasi yang telah mengganggu kenyamanan pada pesta demokrasi di Kota Tanjungpinang saat ini.

“Sebagai Wagub saya menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat Tanjungpinang, terutama tim sukses, simpatisan dan para pendukung masing-masing Paslon agar dalam masa pilkada tidak saling melempar issue-issue, baik yang berupa negatife maupun black campaign,” ucap Isdianto melalui pesan singkatnya, Senin, (25/6) malam tadi.

Isdianto juga memastikan bahwa Informasi yang berkembang tentang pertemuan lobi-lobi politik Wakapolda Kepri Brigjend Pol Yan Fitri Halimansyah dengan Ketua DPD PDIP Provinsi Kepri Soerya Respationo adalah tidak benar.

“Issue pertemuan Wakapolda Kepri Brigjend Pol. Yan Fitri Halimansyah dengan Pak Soerya untuk membahas prediksi kemenangan Paslon Lis dan Maya adalah tidak benar,”

“Saya saksinya, karena saat itu saya berada disitu bersama Pak Soerya dan beberapa kawan untuk ngopi dan ngobrol-ngobrol sambil berencana menemui pak Ansar Ahmad. Tapi kebetulan pak Ansar sedang keluar kota,” terangnya.

Menurut Isdianto, pada saat itu, selama lebih kurang dari 30 menit berbincang dan bersenda gurau, lalu datanglah Brigjend Pol. Yan Fitri Halimansyah dan Karo Humas Polda Kepri Kombes Pol. Saptono Erlangga.

“Sebagai teman kami saling berjabat tangan dan bertegur sapa dan ngobrol lepas, sambil menikmati Prata dan minuman. Tidak ada sedikitpun kami membicarakan pilkada Tanjungpinang, dan itu bukan pertemuan yang direncanakan,” ujarnya.

Dan betapa kagetnya lagi, Lanjut Isdianto, sehari setelah itu, muncul pula issue-issue dan berita bahwa telah terjadi pertemuan politik antara Soerya dan Yan Fitri Halimansyah.

“Romo sendiri mengatakan kepada saya sambil berseloroh menanggapi issue-issue dan berita yang ada, sambil mengatakan, Mas, repot juga ya kalau ada pilkada. Coba bayangkan, masa saya kenal baik Wakapolda terus gara-gara pilkada kita ketemu tak sengaja dikedai kopi trus kita pura-pura saling tidak kenal. Ha ha ha lucu jadinya ini,” ungkapnya.

Isdianto juga menambahkan, musim pilkada memang telah menjadi musim goreng-goreng dan lebih laris dari pisang goreng dan ada pula ayam gorengnya.

“Ini yang nakal tukang gorengnya Mas.
Hal-hal itulah yang dapat saya sampaikan, sekaligus saya prihatin atas munculnya issue-issue tersebut,” tutupnya. (DK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *