Beranda Kepri Ratusan Nelayan Bakal Ke Natuna, Hadi Candra: Tolak!

Ratusan Nelayan Bakal Ke Natuna, Hadi Candra: Tolak!

562
0

Delta Kepri – “Mendatangkan ratusan kapal nelayan dari luar daerah justru akan membuat laut Natuna-Anambas tidak aman. Yakinlah, akan ada illegal fishing dimana-mana. Tidak ada jaminan sedikitpun nelayan asing akan pergi dari laut itu. Secara budaya nelayan asing lebih takut dengan nelayan lokal, bukan dengan nelayan dari daerah lain. Maka hanya ada satu kata dari saya, tolak kehadiran nelayan itu”.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kepri, Hadi Candra menjawab, di Food Court RAV Hotel Kilometer 9 Tanjungpinang, Senin, (01/02) malam.

“Saya, sebagai wakil rakyat dari Natuna dan Anambas, melihat sikap pemerintah pusat yang akan mengirim ratusan kapal nelayan ke Natuna melalui Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) RI, sebagai salah satu solusi untuk mengusir nelayan asing yang mencari ikan illegal di ZEE itu sangat tidak masuk akal,” tegas Candra.

Menurut Candra, tidak ada pengaruh buat Natuna-Anambas dan negara ini. “Tidak punya kemampuan pertahanan dari sisi nelayan-nelayan yang akan didatangkan itu. Mereka tidak akan mampu mengusir nelayan asing dari laut itu. Karena mereka tidak punya peralatan tempur. Jadi apa yang ditakutkan oleh nelayan asing,” tanyanya.

Baca Juga :   Kunjungan Kerja Gubernur bersama Disdik Kepri ke SMK di Kabupaten Natuna

“Secara ukuran saja sudah kalah, Gross Tonnage (GT) kapal nelayan asing jauh lebih besar dari kita. Meraka 100-300 GT, sedangkan kita hanya 100 GT kebawah. Jadi mendatangakan nelayan dari daerah lain bukan solusi,” sambungnya.

Politisi Partai Golkar ini melihat nalayan yang akan didatangkan ke Natuna nanti bukan untuk mengusir nelayan asing pelaku illegal fishing di ZEE, tetepi mencari rejeki menangkap ikan di laut Natuna.

“Menurut saya ini bukan solusi dan sangat tidak masuk akal. Jadi ini hanya kepentingan. Makanya hanya ada satu kata, tolak,” cetusnya.

Ketika ditanya mengapa harus di tolak?. Dengan lantang Candra menyebut nelayan dari daerah luar tidak akan pernah mampu mengusir dan mencari ikan di laut yang dalam dan bergelombang.

“Jelas mereka tidak akan mampu mencari ikan sampai di ZEE. Karena mereka juga tidak terlatih untuk mencari ikan di laut tersebut. Setahu saya nelayan daerah luar itu hanya mencari ikan di laut 50 meter saja, dan mereka nantinya justru akan menghabiskan sumber daya laut kita,” tuturnya

Baca Juga :   Komisi I DPRD Natuna tanggapi keluhan Guru SMP N 2 Ranai

Kepada deltakepri.co.id, Candra justru kembali bertanya keuntungan apa yang akan diperoleh oleh nelayan Natuna-Anambas jika ratusan kapal nelayan dari luar daerah tersebut didatangkan.

“Apa keuntungannya bagi Natuna-Anambas? Menurut saya tidak ada, justru merugikan. Karena hasil tangkapannya mereka bawa pulang ke Jawa, jadi tidak ada keuntungan bagi Natuna-Anambas. Justru akan mengakibatkan gesekan dan konflik antara nelayan lokal dengan nelayan luar, ini lebih berbahaya lagi,” pungkasnya.

Sebagai putra daerah yang telah diberi amanah untuk dapat memperjuangkan aspirasi masyarakat Natuna dan Anambas melalui kursi parlemen, Candra menyebut ada beberapa solusi yang harus dilakukan oleh Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat terhadap laut Natuna-Anambas.

“Solusi yang terbaik, kita minta negara hadir disana. Pemerintah harus kawal nelayan-nelayan lokal yang mencari ikan sampai ke ZEE. Kapal Coast Guard Indonesia harus standby disana mengawal nelayan kita. Adakan patroli secara rutin dan usir nelayan asing itu. Rubah pola penangkapan nelayan Natuna-Anambas dari tradisional menjadi modern. Datangkan kapal-kapal dengan ukuran besar untuk nelayan lokal seperti kapal tegal. Ajarkan mereka cara menangkap model tegal, yang ramah lingkungan,” terangnya.

Baca Juga :   Wagub Soerya Serahkan Bantuan Kepada Nelayan Pulau KASU

Lebih jauh lagi, Candra menerangkan persoalan hari ini bukan tentang ketidak sanggupan nelayan Natuna-Anambas untuk melaut. Tetapi tentang ketidak hadiran negara atas nasib nelayan Natuna-Anambas.

“Bukan nelayan lokal tidak mampu, tapi mereka memang tidak pernah di latih dengan pola tangkap modern. Kemudian besar kapalnya juga tidak memadai. Makanya negara harus hadir. Datangkan kapal-kapal ukuran 100-200 GT sebanyak 100-200 unit, ajarkan mereka cara modern, supaya bisa mencari sampai ke ZEE. Jadi ini lah tugas Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat maupun Kementerian Perikanan,” bebernya. (DK/KP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here