Beranda Lingga Mengungkap Aktifitas “Ilegal” di Pulau Air Kulah Lingga

Mengungkap Aktifitas “Ilegal” di Pulau Air Kulah Lingga

0

DELTAKEPRI.CO.ID, LINGGA – Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Perdagangan (DPMPTSPP) Kabupaten Lingga melalui Kabid PTSP, Abdul Hamid Ghazali membenarkan aktifitas di Pulau Air Kulah belum mengantongi izin.

“Perusahaan namanya Berkah Pulau Lingga. Bulan kemarin baru masuk dan dirapatkan juga sama Pak Sekda, itu kayaknya belum putus kemarin tuh,” kata Hamid saat menjawab Delta Kepri di ruang kerjanya, Senin (18/11/2019) siang, Daik Lingga.

Izin Taman Rekreasi, demikian sebut Hamid tentang aktifitas yang tengah dilakukan perusahaan PT Berkah Pulau Lingga di Pulau Air Kulah. Hamid menegaskan, proses sebelum aktifitas berjalan seharusnya pihak perusahaan terlebih dahulu menjalani tahapan awal.

“Awalnya mereka harus mempertanyakan dulu kesesuain ruang. Bisa atau tidak di bangun rekreasi dan fasilitas pendukung ditempat itu. Dan itu, hasil akhirnya saya tidak tau tuh apakah hasil akhirnya di bolehkan atau tidak sesuai tata ruang. Itu kan tim,” tegas Hamid.

Baca Juga :   Jelang HUT RI, 50 Kapal Nelayan Lingga Kibarkan Merah Putih

Masih menurut penjelasan Hamid, perusahaan yang tengah menjalani aktifitas di pulau tersebut izinnya kata dia sedang tahap proses di Bidang PTSP.

“Sedang tahap proses disini tuh, dikasih atau tidak dikasih saya tidak tau apa hasil rekomendasi dari Tim Koordinasi Pemanfaatan Ruang Daerah (TKPRD). Ketua Pak Sekda, Sekretaris Kadis PU. Anggota ramai hampir semua kepala dinas lah,” ujar Hamid menambahkan.

Saat ditanya apakah pembangunan di Pulau Air Kulah layak dijadikan Taman Rekreasi. Berikut petikan hasil wawancara Delta Kepri dengan Kabid PTSP, Abdul Hamid Ghazali.

Delta : Menurut pendapat bapak, apakah Pulau Air Kulah cocok dijadikan Taman Rekreasi seperti izin yang dimasukan oleh perusahaan tersebut?

Hamid : Kalau untuk mendudukung Benan saya rasa cocok.

Delta : Berapa jauh lokasi pulau tersebut dari pusat Pemerintahan Kecamatan Katang Bidare?

Hamid : 15 menit sampai. Kan itu di depan Pulau Bukit.

Delta : Kalau izinnya sedang diproses, apa dibenarkan alat berat masuk?

Hamid : Seharusnya tidak. Harusnya..!

Delta : Terus, hasil dari pantauan tim yang turun kelapangan apa hasilnya Pak?

Hamid : Waduh..!! Saya tak tau juga. Bidang pengawasan yang turun kemarin.

Delta : Berapa orang yang turun kemarin, Pak?

Hamid : Sendiri kayaknya, sama Satpol.

Delta : Kalau proses izin, ada tidak surat lampiran pendukung persetujuan dari masyarakat setempat, desa atau pihak Kecamatan Katang Bidare?

Hamid : Kalau menurut informasi dari kecamatan sudah oke. Masyarakat dah oke.

Delta : Setelah alat berat ini masuk, tindakan apa yang akan dilakukan sementara izin sedang di proses?

Hamid : Kalau nggak salah kawan-kawan pengawasan sudah menyurati perusahaan.

Delta : Menyurati dalam arti untuk ditarik alat berat atau untuk apa, bisa dijelaskan?

Hamid : Untuk penghentian, sampai status mengurus izin-izin yang lainnya.

Delta : Kalau ada penghentian artinya aktifitas tersebut sudah berjalan?

Hamid : Kalau menurut mereka yang turun kemarin kayak gitu, udah motong. Saya pun ngak turun, jadi kurang tau persis.

Sementara itu, Kasi Pengawasan di Dinas PMPTSPP, Rachman, mengakui bahwa saat dirinya turun ke lokasi sedang ada aktifitas. “Yang jelas saat saya turun aktifitas sedang berlangsung,” ujar Rachman.

Baca Juga :   Gadis Remaja Tenggelam Di Lubuk Fatimah, Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

Rachman juga mengungkapkan, sebelum dirinya turun ke Pulau Air Kulah, ada dinas lain yang turun ke lokasi. “Sebelum kita turun, Kesbangpol sudah pernah turun,” pungkas Rachman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here