Beranda Kepri Kapal TKI Ilegal Karam, Danlantamal IV terjunkan tim WFQR

Kapal TKI Ilegal Karam, Danlantamal IV terjunkan tim WFQR

0

Delta Kepri — Terkait dengan tenggelamnya Speed boat pengangkut TKI Ilegal Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut IV (Lantamal IV) Tanjungpinang, Laksamana Pertama S Irawan menerjunkan tim Western Fleet Quick Response (WFQR) untuk melakukan koordinasi dalam rangka membantu proses SAR.

Kecelakaan ini sendiri terjadi di perairan pantai Tanjung Leman Mersing Johor Malaysia, Senin (23/01).

Komandan Lantamal IV Laksamana Pertama TNI S. Irawan, S.E., mengatakan ruang kendali utama (RKU) WFQR Lantamal IV Tanjungpinang telah menerima informasi dari ILO Malaysia tentang kejadian kapal tenggelam di perairan teritorial Malaysia.

Baca Juga :   Ketua DPD IWAPI Anggap Muscab IWAPI Versi Hotel Sampurna Jaya Ilegal

Diduga perahu tersebut membawa TKI illegal yang berangkat dari Tanjung Bemban Batam menuju ke Malaysia.

“Berita mengenai tenggelamnya kapal pengangkut TKI illegal tersebut diterima oleh MRSC Johor sekitar jam 09.15 waktu setempat, dimana DM7 Tanjung Sadeli menginformasikan bahwa mereka telah menerima laporan dari masyarakat setempat tentang adanya sebuah perahu yang karam dan menemukan 9 mayat (2 laki-laki dan 7 perempuan) yang terdampar di pantai perairan Tanjung Leman Mersing Johor atau + 90 Km dari Johor Baru Malaysia,” ujar Danlantamal IV.

Upaya SAR, Lanjut S Irawan juga telah dilakukan oleh pihak berwenang Malaysia dengan mengerahkan kapal Penggalang 43 dan Pengawal 43.

Baca Juga :   Besok, Nurdin evaluasi kinerja BUP PT Pelabuhan Kepri

“Mengingat tempat kejadian berada di perairan teritorial Malaysia, kita tidak bisa terjun langsung ke lokasi. Namun sampai dengan saat ini RKU WFQR Lantamal IV terus melaksanakan koordinasi dan pengumpulan data serta informasi mengenai perkembangan kejadian tersebut,” kata Danlantamal IV.

Danlantamal IV menjelaskan bahwa saat ini merupakan musim angin utara dimana gelombang laut cukup tinggi disertai dengan hembusan angina yang cukup kencang, untuk itu dihimbau kepada para pengguna transportasi laut agar memperhatikan factor cuana dan melengkapi sarana keselamatan guna meminimalisir terjadinya kecelakaan di laut. (Ari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here