Beranda Opini Jalan Tengah Porprov Kepri

Jalan Tengah Porprov Kepri

180
0

Opini

Pekan Olahraga Provinsi Kepulauan Riau (Porprov-Kepri) IV tahun 2018 yang dibuka sejak Minggu 25 November 2018 masih menyisahkan sejumlah permasalahan.

Ketidaksiapan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri sebagai penyelenggara kejuaraan empat tahunan itu tampak jelas sebagai imbas dari belum cairnya anggaran sebesar Rp2 miliar. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kepri terpaksa mencari “jalan tengah” agar kejuaraan ini tetap dilaksanakan sesuai jadwal hingga 2 Desember 2018, dengan cara berhutang.

Ditelusuri secara mendalam, ternyata sejak awal Porprov Kepri tidak direncanakan dilaksanakan tahun ini. Hal itu tergambar dalam struktur anggaran murni yang tidak memuat kegiatan Porprov Kepri 2018, meski KONI Kepri sudah mengusulkan berulang kali kejuaraan itu masuk dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). KONI mengajukan anggaran senilai Rp10 miliar agar dapat menyelenggarakan kejuaraan untuk 26 cabang olahraga.

Baca Juga :   13 aktivis pejuang Kepri "Menggugat hasil perjuangan pembentukan Provinsi yang tidak sesuai dengan cita-cita awal"

Awal Oktober pun isu tentang Porprov Kepri mulai menggema. Satu persatu pihak yang berkompeten menjawab “jeritan” KONI Kepri dan pengurus Cabang Olahraga (Cabor) mulai “buang badan”.

Akhirnya, Porprov Kepri masuk dalam anggaran perubahan tahun 2018, namun hanya Rp2 miliar sehingga setiap cabor mendapat Rp50 juta untuk melaksanakan setiap pertandingan berskala provinsi.

Keraguan pun kala itu muncul lantaran anggaran itu minim. Namun kejuaraan tetap dilaksanakan, meski harus “mengemis” dengan berbagai pihak. Badan Pengusahaan Batam salah satu instansi yang membantu membiayai medali dan konsumsi para kontingen.

Baca Juga :   Negara Terdamai Se-Timur Tengah

Dalam pelaksanaannya, ditemukan cukup banyak kendala, mulai dari peserta dari berbagai daerah yang mengundurkan diri karena tidak memiliki anggaran, seperti Natuna dan Kepulauan Anambas, yang mengakibatkan kelas dalam kejuaraan menjadi minim.

Seharusnya semua pihak yang berwenang mengurusi permasalahan itu. Pertandingan yang akan berakhir 2 Desember 2018 harus menjadi pengalaman bahwa perencanaan kegiatan merupakan hal yang penting, dan diperhatikan sejak awal pembahasan anggaran 2018.

Olahraga di Kepri akan sulit bangkit bila minim kejuaraan. Sebab syarat menjadi atlet bertanding yang tidak kalah pentingnya dibanding fisik dan teknik adalah pengalaman bertanding. Atlet harus diberi stimulus agar memiliki mental sebagai pemenang.

Baca Juga :   Menyoal Nurdin Basirun, dari Pidato yang tak jelas sampai kebijakan yang tak tuntas

(Iskandar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here