Beranda Tanjungpinang Guru Sekolah Minggu Bakal diberi Insentif, Rahma: Kompetensinya jadi Dasar Pemerintah

Guru Sekolah Minggu Bakal diberi Insentif, Rahma: Kompetensinya jadi Dasar Pemerintah

0
Walikota Tanjungpinang Rahma, Wakil Ketua II DPRD kota Tanjungpinang, Hendra Jaya, Angota DPRD Kota Tanjungpinang, Mimi Betty Willingsih, Ria Ukur, dan Reni, Asisten I Tengku Dahlan, Asisten II, Bambang Hartanto, Kasat Pol PP, Ahmad Yani, Kabag Kesra, Riawati, Ketua PGID, Pendeta Delpiana Irawati Purba, Ketua BKAG, Pendeta Yoseph, Ketua FKAG, Pendeta Hendra Balla, Sekretaris FKUB Kota Tanjungpinang, Romo RD Agustinus Dwi Pramodo serta Undangan pada kegiatan sertifikasi kompetensi guru sekolah minggu di Hotel Bintan Plaza, Selasa (21/06) pagi.

DELTAKEPRI.CO.ID|TANJUNGPINANG — Walikota Tanjungpinang Rahma membuka kegiatan sertifikasi guru sekolah minggu se-Kota Tanjungpinang di Ruang Meeting Hotel Bintan Plaza Tanjungpinang, Selasa (21/6).

Rahma mengucapkan apresiasi kepada tim penguji dan para peserta yang mengikuti sertifikasi guru sekolah minggu.

Pemerintah terus berupaya meningkatkan kompetensi para guru-guru mulai dari guru TPA dan guru TPG yang sudah berjalan.

“Pada kesempatan kali ini kita melaksanakan kegiatan kompetensi sertifikasi guru sekolah minggu untuk agama protestan dan Katolik,” ucapnya.

Dikatakannya, sertifikasi guru sekolah minggu akan menjadi dasar Pemerintah memberikan perhatiannya dalam bentuk insentif.

Baca Juga :   Muskot DTKS 2021, Walikota Rahma: Data Harus Akurat dan Tepat Sasaran

Bagi yang memenuhi syarat dan ketentuan serta sudah melalui proses oleh tim penguji sebagai guru agama Protestan dan Katolik.

”Nantinya akan diberikan sertifikat. Kedepan hal itu sebagai dasar untuk memberikan insentif sesuai dengan kemampuan daerah,” ungkap Rahma.

Melalui kegiatan ini Rahma berharap mutu pendidikan kemampuan para guru sekolah minggu dapat meningkat lebih baik lagi.

Dengan pelatihan sertifikasi ini, mudah-mudahan menjadi motivasi baru upara guru sekolah minggu meningkatkan kemampuan dan menambah ilmu yang sudah dimiliki.

“Semoga kegiatan ini membawa keberkahan untuk para guru sekolah minggu untuk meningkatkan ilmu pendidikan agama protestan dan katolik menjadi lebih baik lagi dan layak sesuai syarat dan ketentuan,” tutupnya.

Baca Juga :   Rahma: Warga yang Isoman dan Permintaan Nasi Kotak menurun bersamaan

Sementara itu, Asisten I Tengku Dahlan menjelaskan, Kegiatan sertifikasi guru sekolah minggu bertujuan meningkatkan kompetensi kemampuan guru sekolah minggu di Kota Tanjungpinang.

“Tujuannya menentukan standarisasi guru sekolah minggu melalui sertifikasi guru, meningkatkan kewaspadaan wawasan dibidang keagamaan bagi para guru sekolah minggu, dan mewujudkan persatuan terutama dikalangan guru sekolah minggu,” ucap Tengku.

Pelaksanaan sertifikasi guru sekolah minggu dilaksanakan selama 3 hari dimulai Tanggal 21 juni – 23 Juni 2022, yang diikuti oleh 200 orang peserta yang merupakan guru sekolah minggu baik yang berasal dari agama protestan dan katolik.

Baca Juga :   Gubernur Buka Rapat Komite Sekolah Se- Kepri

Dengan penguji yang terdiri dari 5 (Lima) orang yang berasal dari praktisi pendidikan keagaman maupun tokoh agama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here