Beranda Lingga Dusun Pengekspor Delah di Lingga, Ternyata Penghasil Dollar

Dusun Pengekspor Delah di Lingga, Ternyata Penghasil Dollar

212
0

DELTAKEPRI.CO.ID, LINGGA – Siapa sangka sebuah kampung di Desa Rejai, Kecamatan Bakung Serumpun, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau tepatnya di Dusun Buyu penghasilan masyarakatnya ditopang dari penjualan ikan Delah dengan hitungan Dollar Singapura (SGD).

Bayangkan saja, ikan Delah ini apabila diekspor akan dihargai 5 SGD perkilo. Jika di kurs ke dalam mata uang rupiah, lebih kurang hasil yang didapat sebesar Rp50 ribu.

Penghasilan yang lumayan bukan bagi seorang nelayan. Tapi jangan salah, ikan Delah yang dihargai dengan Dollar ini terlebih dahulu harus diolah menyesuaikan permintaan konsumen di negara tersebut.

Baca Juga :   Terkait "Tambang bouksit", Kejati Kepri periksa mantan Kadistamben Lingga
Daging hasil olah ikan Delah yang dihargai 5 SGD.

Caranya pengelolaanya pun cukup mudah. Pertama tama tubuh ikan harus dibelah terlebih dahulu agar menjadi dua bagian. Pembelahan tubuh ikan harus mengikuti struktur kerangka tulang pungung hingga ke ekor.

Tujuannya, agar pengelolaan lanjutan untuk memisahkan daging dengan bagian kulit ikan dapat dilakukan dengan mudah. Tak butuh lama, pembelahan lanjutan daging dan kulit cukup singkat, hanya butuh hitungan menit bagi yang awam.

Setelah proses semua ini dilalui, maka daging ikan Delah telah siap untuk diekspor. “Perkilonya lima dollar,” kata Agustianto, pengusaha ikan yang keseharian juga berprofesi sebagai nelayan di dusun tersebut.

Baca Juga :   APEL pertama, Esram beri masukan kepada ASN, PTT dan THL Pemkab Lingga

Tidak hanya itu, bahkan masih menurut pria yang dikenal dengan sebutan Ayong ini, ikan Delah yang diolah tersebut ternyata masih ada bagian yang dihargai 2 SGD atau setara Rp20 ribu, yaitu daging ikan yang masih menempel dibagian tulang.

Daging olahan ikan Delah yang masih menempel di tulang ikan seharga 2 SGD.

Menurut dia, selain pengolahannya tidak ribet, alat yang digunakan juga cukup sederhana, hanya menggunkan sebilah pisau ukuran kecil dan sebuah sendok makan. Maka ikan Delah siap eskpor.

Walaupun Delah, ikan olahan yang bakal digunakan sebagai bahan tambahan berbagai jenis makanan seperti bakso, kerupuk maupun makanan ala Jepang masih diekspor.

Baca Juga :   Tanggapi Isu Percayakan KPU, Ishak-Salmizi Ingatkan Tim Jaga Kesehatan

Namun Ayong sempat mengatakan bahwa permintaan eskpor saat ini mulai menurun drastis tidak seperti kemarin, sekali ekspor ratusan kilo. “Sekarang pun macet juga, gara-gara virus corona,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here