BeritaDaerahTanjungpinang

Dua Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan Polder Jalan Pemuda Ditahan

×

Dua Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan Polder Jalan Pemuda Ditahan

Sebarkan artikel ini
Dua tersangka kasus dugaan korupsi pada pembangunan polder Jalan Pemuda Tanjungpinang dijebloskan ke penjara/f-srl-dk

TANJUNGPINANG, Deltakepri.co.id – Dua tersangka kasus dugaan korupsi pada pembangunan polder Jalan Pemuda Tanjungpinang dijebloskan ke penjara. Polder Jalan Pemuda merupakan proyek untuk penanganan banjir di wilayah setempat.

Dua tersangka tersebut diantaranya inisial KA sebagai Direktur PT. Belimbing Sriwijaya dan inisial P Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Satuan Kerja SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Sumatera IV Kepri.

“Penyidik tetapkan dua tersangka setelah melakukan serangkaian pemeriksaan ditahap penyidikan terhadap saksi-saksi dan mengumpulkan bukti-bukti berupa dokumen hingga diperolehnya minimal dua alat bukti,” ujar Kasi Penkum Kejati Kepri Denny Anteng Prakoso, Jumat (15/3/2024).

Ia menyebutkan, kedua tersangka telah ditahan di Rutan Kelas 1 Tanjungpinang setelah dilakukan pemeriksaan oleh Tim Penyidik Pidsus Kejati Kepri pada pada Kamis, 14 Maret 2024 kemarin.

Sebelum ditahan, lanjutnya, kedua tersangka terlebih dahulu melakukan pemeriksaan kesehatan oleh Tim Dokter Klinik Kejati Kepri dan setelah dinyatakan dalam keadaan sehat langsung ditahan.

“Untuk masa penahanan 20 hari kedepan terhitung mulai tanggal 14 Maret sampai 3 April 2024,” katanya.

Denny menjelaskan, pembangunan polder Pengendalian Banjir Jalan Pemuda Tanjunpinang itu menggunakan anggaran APBN melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Satuan Kerja SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Sumatera IV Kepri.

Polder tersebut dikerjakan kontraktor PT Belimbing Sriwijaya dengan nilai kontrak Rp16,34 Miliar.

“Berdasarkan laporan dari tim audit Badan Pengawasan Keuangan Dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Kepri diperoleh nilai kerugian keuangan negara sebesar Rp931.751.880,” ujarnya.

Ia menambahkan, Penyidik Pidsus Kejati Kepri terus mendalami untuk mengusut hingga tuntas perkara tersebut.

“Diharapkan seluruh lapisan masyarakat tetap mengawasi perkembangan perkara dimaksud serta mendukung penuh upaya pemberantasan korupsi di wilayah Kepulauan Riau,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *