Beranda Anambas Cabuli 9 Anak, Tersangka Pedofil di Anambas Terancam 15 Tahun Penjara

Cabuli 9 Anak, Tersangka Pedofil di Anambas Terancam 15 Tahun Penjara

0
SF (43) Pelaku Pedofil di Anambas

Deltakepri.co.id|Anambas – Polres Kepulauan Anambas amankan pelaku pedofilia anak dengan jumlah korban sebanyak 9 orang yang masih berusia dibawah umur, di Dusun Teluk Kumbik Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA).

Pelaku merupakan buruh tani yakni SF (43), aksi tersebut dilakukannya lantaran terpengaruh usia menonton film porno hingga akhirnya aksi bejat dilakuakn pelaku dengan modus yang berbeda – beda, Jum’at, (05/08/2022).

Kapolres Kepulauan Anambas, AKBP Syafrudin Semidang Sakti, menyampaikan pelaku melakukan perbuatan pencabulan tersebut dari bulan Agustus 2021 hingga Juni 2022 lalu.

Baca Juga :   Kodim dan Polres Tanjungpinang razia balap liar bersama

“Selain itu, dari pengakuan pelaku, karena sering menonton video porno (dewasa) sehingga pelaku terangsang ketika menonton adegan sesama jenis,” katanya

Pelaku SF sendiri, lanjut Syafrudin, diamankan oleh warga beserta Ketua RT setempat setelah salah satu orang tua korban mengetahui dan mendengar percakapan pelaku bersama anaknya di rumah korban.

“Setelah mendegarkan, orang tua korban langsung mengusir pelaku dan melaporkan kejadian tersebut kepada Ketua RT. Pelaku berhasil diamankan warga dan dimintai klarifikasi, sehingga pelaku mengakui perbuatannya,” ujarnya.

Baca Juga :   Menjelang Operasi PPRC, Panglima Gatot tiba di Natuna

Saat itu, kata Syafrudin, warga sempat emosi setelah pelaku mengakui perbuatannya kepada 9 orang anak. Takut situasi tambah tidak kondusif, Ketua RT dan sebagian warga langsung membawa pelaku SF ke Polsek Jemaja dan kemudian dilimpahkan ke Satreskrim Polres Kepulauan Anambas.

“Dari pemeriksaan tersangka, SF mengakui perbuatannya kepada 9 anak dibawah umur, dengan cara memegang kemaluan korban, oral kemaluan hingga ada yang di sodomi,” terangnya.

Modus-modus pelaku, mengajak para korbannya dengan berbagai alasan. Seperti mengajak korbannya menemaninya tidur, mencari durian dan memanjat cengkeh. Kemudian, pelaku menjanjikan kepada para korbannya dengan memberikan sejumlah uang sebesar Rp15 ribu hingga Rp25 ribu.

Baca Juga :   Berkat penyamaran, TNI AL berhasil amankan Sabu-sabu satu kilogram

“Selain itu, pelaku juga mengancam para korbannya, akan dibunuh apabila menceritakan kepada orang lain tentang pencabulan tersebut,” pungkasnya.

Atas perbuatann tersangka, SF dijerat pada Pasal 82 ayat (1) UU Perlindungan Anak tentang Pencabulan. Dengan sanksi berupa pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun penjara dan denda sebesar Rp 5 Milyar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here