Beranda Bintan Berkas Perkara Lengkap, 3 Tersangka Kasus TPA di Bintan Segera Disidang

Berkas Perkara Lengkap, 3 Tersangka Kasus TPA di Bintan Segera Disidang

0
Berkas 3 orang tersangka dugaan korupsi pengadaan lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanjung Uban kabupaten Bintan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Tanjungpinang, Rabu (14/09/2022)

Deltakepri.co.id|Bintan – Kejaksaan Negeri Bintan kembali memeriksa tiga (3) orang tersangka dugaan korupsi pengadaan lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanjung Uban kabupaten Bintan dan akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Tanjungpinang, Rabu (14/09/2022).

Pemeriksaan yang dilakukan penyidik Kejari Bintan ini, sekaligus dalam rangka pelaksanaan pelimpahan tahap II dan penyerahan berkas perkara dan tersangka kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Kepala seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Bintan, Fajrian Yustiardi mengatakan ketiga tersangka berkas perkaranya telah dinyatakan lengkap.

Baca Juga :   Satgas TMMD Ke - 111, Kodim 0315/Bintan Gelar Penyuluhan di Lingga

“Untuk ketiga tersangka akan dilakukan penitipan tahanan di Rutan Tanjupinang setelah dilakukan penahanan di Polres Bintan sejak 20 Juli 2022 lalu” jelasnya.

Sebelumnya, Kejari Bintan menetapkan 3 orang tersangka dalam dugaan korupsi TPA tahun anggaran 2018 dengan total kerugian Rp2,44 Milyar dari anggaran APBD Kabupaten Bintan.

Adapun peran ketiga tersangka, mantan Kadis Perkim Heri Wahyu selaku pengguna anggran dan penanggung jawab pengadaan tanah tersebut, tersangka Arid Syafdiansyah dan Supriatna selaku pihak yang menjual tanah kepada Pemkab Bintan melalui Dinas Perkim yang menerima ganti rugi atas tanah yang telah dipalsukan seolah olah benar dan tidak palsu.

Baca Juga :   PM Australia Sebut China Ancaman di Asia Pasifik

Dari perbuatan ketiga tersangka akhirnya diketahui adanya kerugian sesuai hasil perhitungan BPKP sebesar Rp Rp 2,44 Milyar.

Ketiga tersangka dijerat pasal 2 dan/atau Pasal 3 Juncto Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberatasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 tahun 2021 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 tahun 1999 Juncto Pasal 55 Ayat 1 KUHP dengan Ancaman minimal 4 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here