WFQR berhasil gagalkan penyeludupan Rokok Ilegal

Artikel ini sudah dibaca sebanyak 641 kali.


Delta Kepri – Setelah mengintai cukup lama akhirnya speed boat pembawa rokok tanpa cukai berhasil di tangkap Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) IV Lanal Batam pada pukul 23.00 WIB. Senin (03/04).

Speedboat tanpa nama tersebut merupakan (TO) Target Operasi WFQR IV yang terkenal licin, dengan bermesin 200 PK 3 buah pada Posisi 0°36′ 727″ U – 104° 17′ 206″ T diperairan Tanjung Cakang Pulau Galang dengan muatan rokok tanpa cukai sebanyak 125 box (10.000 Sloop).

Menurut Danlantamal IV Laksamana Pertama TNI S. Irawan mengatakan, dari hasil pemeriksaan tim WFQR IV Lanal Batam, speed boat tanpa nama dengan ABK tiga (3) orang dengan tujuan Tanjung Dato Pulau Kijang, mengangkut rokok tanpa cukai. Pemilik diketahui berinisial (H) yang berdomisili di Kota Batam.

“Dugaan pelanggaran antara lain tidak ada SPB, tidak ada dokumen kapal dan tidak ada dokumen muatan dengan modus operandi patut diduga rokok tersebut berasal dari Batam atau daerah FTZ yang akan diselundupkan lewat laut secara ilegal ke Pulau Kijang dan akan dilanjutkan ke wilayah lainnya,” jelas Danlantamal IV.

Selain itu permasalahan rokok illegal tanpa cukai juga sudah cukup meresahkan masyarakat Kepulauan Riau, bahkan beberapa waktu lalu Komisi II DPR Kepri telah melakukan sidak langsung kelapangan dan menemukan rokok – rokok berbagai merk tanpa cukai beredar di pasaran, hal ini membuat wakil rakyat menjadi berang.

“Modus yang digunakan barang-barang tersebut, dimasukkan ke speed boat pada malam hari untuk menghindari petugas dan kemudian membawa keluar Batam secara sembunyi-sembunyi bila memungkinkan mereka bergerak cepat dengan berkoordinasi menggunakan alat komunikasi Hp (Handphone) dengan orang-orang mereka yang sudah menunggu dipelabuhan tertentu bila aman mereka akan masuk,” jelasnya.

Hingga saat ini barang bukti speed boat dan rokok diserahkan ke Patkamla Kal Nipa dan dikawal menuju dermaga Mako Lanal Batam guna penyelidikan lebih lanjut. Dan dari kalkulasi sementara, potensi kerugian Negara diperkirakan mencapai satu milyar rupiah.

Danlantamal juga telah mengintruksikan kepada seluruh jajarannya agar terus meningkatkan pengawasan terutama jalur-jalur pelabuhan tikus yang ada diseluruh wilayah kerja Lantamal IV.

Dikatakannya, sudah jelas kebijakan Presiden Joko Widodo untuk memberantas segala bentuk kegiatan illegal didarat maupun dilaut, terutama penyeludupan yang merusak tatanan perekonomian bangsa Indonesia.

“Walaupun TNI AL memiliki keterbatasan sarana, namun hal itu bukan penghalang bagi WFQR IV untuk melaksanakan tugas. Karena kita mempunyai pola operasi yang seluruh wilayah Kepri sudah kita petakan titik -titik mana yang mempunyai tingkat kerawanan yang tinggi,” kata Irawan.

Untuk itu, nantinya Danlantamal IV akan terus berkoordinasi dengan aparat yang berwenang dilaut serta bersama-sama memberantas kegiatan illegal seperti penyeludupan rokok ini. (Oppy)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *