Wakil Ketua Kadin Tanjungpinang Kritisi Proses Pengurusan Perizinan di Dinas PTSP Kepri

Artikel ini sudah dibaca sebanyak 1451 kali.


Delta Kepri – Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Tanjungpinang, Andi Cori Patahudin merasa terzolimi dalam pengurusan izin di Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Kepulauan Riau.

Andi Cori menduga hal tersebut karena adanya diskriminasi dalam proses perizinan usaha yang diajukanya.

“Saat kami melakukan pengurusan segala perizinan di kabupaten Lingga kami diterima dengan baik dan bisa diselesaikan dalam waktu 3 hari saja. Setelah itu ada juga perizinan yang harus kami uruskan di provinsi, di sinilah masalah timbul, kami merasa ada diskriminasi,” papar Cori saat jumpa pers, di Hotel Sampurna Jaya, Selasa(14/7) malam.

Apa yang di katakan Diskriminasi yakni, kata Cori, ketika pihaknya mengajukan izin ke PTSP provinsi Kepri pada tanggal 14 Mei kemarin, tidak ada jawaban bahkan sampai saat ini tidak selesai.

“Sementara itu ada rekanan kami yang juga mengajukan izin pada tanggap 17 Mei malah bisa diselesaikan dan diberi izin. Mereka clear, kita malah tidak ada jawaban sama sekali,” katanya.

Pihaknya melihat di dalam pengurusan izin di PTSP tersebu ada jalan untuk masuk kepintu-pintu, ada pintu A pintu B Ada juga pintu C. Jadi setiap pintu ini beda-beda penanganannya.

“Kami yang ngurus di pintu A dan pintu B ini tak selesai, sementara itu rekanan kami yang sama-sama ngurus juga mereka lewat pintu C sudah clear semua. Jadi saya menilai macam ada kartel kejahatan dalam pengurusan izin di PTSP ini. Hal ini tidak bisa dibiarkan harus di bongkar,” tegasnya di hadapan wartawan.

Adanya hal ini, Andi Cori akan meminta perhatian Gubernur Kepri maupun Sekda Kepri.

“Pak Gubernur dan pak Sekda juga harus tahu permasalah ini, tak boleh di biarkan harus di bongkar. Kami ini pengusaha Pribumi. Mata kami bulat, kulit kami hitam, apakah layak kami diperlukan seperti ini,” tegasnya lagi.

Saat ini diketahui PT Berkah Pulau Lingga yang dinaungi Cori tengah membangun resort wisata di pulau Katang, Kabupaten Lingga seluas lebih dari 200 hektar, yang saat ini sedang saat dalam pekerjaan. (Oppy)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *