Wagub Hadiri Penutupan STQ Ke VI Provinsi Kepri Di Natuna

Artikel ini sudah dibaca sebanyak 672 kali.


Tanjungpinang – Wakil Gubernur HM Soerya Respationo mengatakan, keberhasilan yang didapat dalam sebuah kesempatan, bukan menjadi titik akhir dari perjuangan seseorang. Tapi, keberhasilan itu hendaklah dijadikan titik awal untuk meraih keberhasilan-keberhasilan berikutnya. Hal ini dikatakan Wagub Soerya saat menutup Seleksi Tilawatil Quran (STQ) keenam Provinsi Kepri di halaman Masjid Agung Natuna, Ranai, Kabupaten Natuna, Kemarin Lalu.
Kabupaten Karimun meraih juara umum dalam perhelatan keenam ini. Karimun meraih nilai tertinggi yaitu, 45 poin. Karimun mengungguli Batam yang meraih nilai 35 poin. Tanjungpinang menempati urutan berikutnya dengan nilai 19. Tuan rumah Natuna mendapat posisi keempat dengan nilai 19. Posisi berikutnya secara berurutan diikuti oleh Bintan (13), Anambas (4) dan Lingga (1). Karimun langsung membawa pulang piala bergilir untuk selamanya, karena sudah tiga kali berturut-turut mendapatkan juara umum.

“Selamat kepada Kabupaten Karimun,” kata Wagub Soerya. Tampak hadir dalam penutupan STQ anggota DPR RI daerah pemilihan Kepri Dwi Ria Latifa. Hadir juga Wakil Ketua DPRD Kepri Amir Hakim Siregar serta beberapa anggota DPRD Kepri, Sarafudin Aluan, Teddy Jun Askara, Sofyan Samsir, Tawarich, dan Saproni. Juga hadir Ketua LKKS Kepri NynHj Rekaveny Soerya. Tampak juga Bupati Natuna Ilyas Sabli dan Wakil Bupati Natuna Imalko. Dari kabupaten kota, hadir Bupati Bintan Ansar Ahmad, Bupati Karimun Nurdin Basirun, Wakil Wali Kota Tannjungpinang Syahrul, Asisten Pemerintahan Pemko Batam Firmansyah Kadir.
Wagub juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Natuna khususnya dan Kepulauan Riau khususnya atas dukungannya sehingga pelaksanaan STQ berlangsung sukses. “Semoga pelaksanaan ini akan memiliki penting mewujudkan fungsi Al Quran dalam kehidupan sehari hari,” kata Wagub Soerya. Menurut Wagub, gema dan syiar Al Quran dapat memberi barokah dan setiap insan mendapat hikmah dari Allah SWT.

“Gunakan akal dan hati nurani untuk beriktiar, mengamalkan apa yang dikandung dalam Al Quran,” kata Romo, demikian panggilan akrab Wagub Soerya. Menurut Soerya, Al hikmah bermakna kebijaksanaan pendapat atau pikiran yang bagus. Kata kata bijak. Al hikmah, ilmu yang disertai amal. Perkataan yang logis dari kesia siaan. “Pada intinya, al hikmah setiap kata yang benaryang menyebabkan yang benar. Kebenaran dalam perkataan dan perbuatannya,” kata Wagub.
Wagub berharap STQ, jadi penyemangat baik ortu dan generasi muda, mempelajari, mengalami, jadi alhikmah. Bukan hanya dibaca tapi diwujudkan dalam amal perbuatan, sehingga hidup lebih bermakna antara sesama manusia. Ketua LPTQ Provinsi Kepri ini juga mengingatkan agar pengurus LPTQ untuk terus meningkatkan pembinaan terhadap masyarakat terutama generasi muda untuk mengamalkan ajaran Al Quran, sehingga sehingga tumbuh yang sempurna. “Terwujud dalam perbuatannya, yang Qurani,” kata mantan Ketua DPRD Batam ini. Wagub juga mengingatkan agar pihat terkait untuk mempersiapkan duta-duta yang akan mewakili Kepri dalam pelaksanaan STQ Nasional ke-23 yang akan diselenggarakan di Jakarta Juni nanti. “Semoga mereka memberi prestasi yang terbaik,” kata Wagub. Dalam penutupan kemarin, juga diumumkan berbagai lomba yang mendukung kegiatan STQ. Untuk lomba Qasidah dan Rebana, Karimun meraih juara pertama. Juara kedua dan ketiga diraih Kota Tanjungpinang dan Kota Batam. Untk juara harapan diarih Kabupaten Lingga, Natuna dan Anambas. Sementara itu, Kabupaten Bintan meraih kemenangan untuk Pawai Taaruf. Secara berurutan, peringkat kedua diikuti oleh Kabupaten Natuna, Kota Tanjungpinang, Kabupaten Lingga, Kota Batam, Kabupaten Anambas dan Kabupaten Karimun diurutan ketujuh. Untuk Pameran, Lingga mengokohkan dirinya sebagai stand terbaik. Peringkat kedua diraih Kabupaten Bintan. Tuan Rumah Natuna mendapat peringkat ketiga. Pemenang selanjutnya diraih oleh Karimun, Batam, Tanjungpinang dan Anambas.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *