Tragedi Berdarah Ruli Baloi Kolam

Artikel ini sudah dibaca sebanyak 11160 kali.


Delta Kepri – Pada hari Kamis tanggal 22 September tahun 2016, Sekitar pukul 15.40 wib, di Ruli Baloi Kolam depan rumah makan Karambia sedang dilaksanakannya giat Tim terpadu yang dipimpin langsung oleh Kasi Ops Kodim 0316. Yang terdiri dari Kodim, TNI Raider, Ditpam, Satpol PP dan Marinir guna memberikan surat peringatan Ke 2 (dua).

Kronologis terjadinya bentrokan antar Tim terpadu dengan Warga Ruli Baloi Kolam Rt 10 Rw 16 bermula dari Tim terpadu berangkat dari Mako Satpol PP (Batam Center Kec. Batam Kota). Sesampainya di rumah makan Karambia, Tim terpadu langsung malakukan persiapan Apel bersama.

Kemudian, Tim terpadu menuju Ruli Baloi Kolam RT 10 RW 16 Kec. Batam Kota. Namun warga sudah standby didepan pintu masuk Ruli Baloi Kolam RT 10. Akan tetapi, Tim terpadu diduga mendapatkan perlawanan oleh Warga Ruli Baloi Kolam, dengan cara memblokir jalan masuk menggunakan kayu dan ban bekas.

Selanjutnya, Sekitar 5 menit menuju rute masuk Ruli Baloi Kolam. Tim terpadu diduga mendapat penolakan berupa penghadangan oleh warga dan Lemparan Batu, Kayu dan Botol Minuman yang terbuat dari kaca. Sehingga Tim terpadu mundur, namun warga terus mengejar dan melempar Tim terpadu dengan Batu dan Botol Minuman dari kaca sampai ke Rumah makan Karambia.

Selain itu, Tim terpadu tetap bertahan di sekitar rumah makan Karambia. Diduga merasa terancam oleh serangan warga, Tim terpadu melakukan pembalasan dengan cara melempar Batu yang telah dilemparkan oleh warga tersebut, yang menyebabkan jalan raya simpang Rumah makan Karambia menjadi macet dan lumpuh total.

Sementara itu, Arif Warga Baloi mengungkapkan, saat itu Tim terpadu diduga melepaskan beberapa tembakan peringatan, untuk menghentikan penyerangan warga Ruli Baloi Kolam kepada Tim Terpadu.

Namun Lagi – lagi, warga tidak merespon peringatan tersebut. Dan di tengah kejadian penyerangan tersebut, salah satu warga Ruli Baloi Kolam terkena Tembakan (Berupa Peluru Karet) yang diduga milik anggota TNI.

“Aparat melepaskan tembakan peringatan, namun masyarakat tetap bersikukuh untuk mempertahankan haknya. Akan tetapi warga tidak menghiraukan tembakan peringatan tersebut”, tutur Arif sore hari tadi.

Kabar yang didapat dari sumber, Identitas Korban luka tembak adalah Bawor Arianto, tempat tanggal lahir di Jawa Timur (Jatim) 15 April 1972 dan beralamat di Perum. Airmas Mandar Paradise blok E RT 01 / RW 05, Kel. Bukit Tempayan kec. Batu aji (warga RT 10 Ruli Baloi Kolam).

Sekitar pukul 16.10 wib, massa berhasil ditenangkan oleh Anggota Polri dan Anggota Sat sabhara Polresta Barelang serta Anggota Polri. Dan berusaha menyarankan kepada Warga yang terkena tembakan peluru Karet di Paha Kaki Kanan, untuk segera dibawa berobat ke rumah sakit terdekat. Dan saat ini Korban yang mengalami luka tembak peluru karet dibagian paha sebelah kanan tersebut, berada di RSHB untuk ditindaklanjuti.

Menjelang maghrib, Situasi sudah mulai Kondusif dan warga-pun telah kembali ke pintu masuk Ruli Baloi Kolam, dan kemudian dilanjutkan Tim terpadu meninggalkan lokasi kejadian.

Saat dihimpun deltakepri.co.id, Anggota Personil Sat sabhara Polresta Barelang masih berjaga – jaga di jalan masuk Ruli Baloi Kolam RT 10 RW.Dan untuk sementara ini, daerah sudah berangsur Kondusif dan Arus lalulintas kembali berjalan normal. (DK)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *