Tinjau Hypermart, Lis: 97% Pekerja, Berasal dari Tanjungpinang

Artikel ini sudah dibaca sebanyak 1078 kali.


Delta Kepri – Walikota Tanjungpinang H Lis Darmansyah SH melakukan peninjauan terhadap Mall Hypermart dan Matahari. Dimana, publik telah mengetahui, nantinya Mall ini akan diresmikan pada tanggal 26 Mei tahun 2016 ini.

Dalam penyampaiannya, Lis mengatakan, patut untuk diketahui, sebelum Mall ini dibangun. Telah terlebih dahulu Pemerintah melakukan perjanjian terhadap pihak manager Mall Hypermat dan Matahari. Salah satu pokok perjanjian tersebut adalah mempekerjakan karyawan yang berasal dari kota Tanjungpinang.

“Semua karyawan disini berjumlah 308 orang, dan 97 persennya adalah para karyawan yang tinggal di Kota Tanjungpinang ini, untuk tiga persennya adalah masyarakat diluar kota Tanjungpinang, Sebelum Mall ini dibangun. Pihak Mall telah berjanji akan menerima masukan kami dalam memilih karyawan yang berasal dari kota Tanjungpinang”, katanya sekitar pukul 16.30 WIB, dini hari tadi.

Lis kembali menerangkan, Karyawan mestilah berasal dari Tanjungpinang. Pasalnya, hal ini berguna untuk mengurangi tingkat pengangguran daerah. Dan dengan demikian, masyarakat pengangguran dapat bekerja serta memiliki penghasilan.

“dikarenakan untuk mengurangi tingkat pengangguran yang ada di Kota Tanjungpinang ini, pengangguran nantinya, bisa bekerja dan mendapatkan penghasilan”, Jelas Lis.

Selain itu juga, Lis menjelaskan mengenai pajak, Pihak Pemko cukup menaruh kepercayaan penuh terhadap manejemen Mall Hypermat.

“Untuk pajak saya sudah yakin dengan mereka, karena mereka cukup profesional dalam hal ini, saya yakin itu,”, Jelas Lis.

Sementara itu, Lis menghimbau dan mengingatkan. Peluang kerja bagi masyarakat kota Tanjungpinang dan sekitarnya. Sampai dengan saat ini, masih dibutuhkan pihak manejemen Mall Hypermat dan Matahari.

“saya pastikan, disini pihak Mall masih membutuhkan tenaga kerja yang lumayan cukup banyak. Sebab, nantinya Mall ini akan berkembang,” tutup Lis.

Disisi lain, Jemy selaku manager Mall, mengakui didirikannya Mall baru tersebut, cukup menghabiskan daya listrik dua setengah Mega Watt. Dan untuk penggunaan air di Mall, Pihak manejemen mengakui memiliki cara tersendiri dalam mengatasinya, yakni, dengan cara memberdayakan sumur bor.

“Untuk listrik sih, yang saya ketahui itu dua setengah mega yang dipakai, bila terjadinya mati lampu mendadak kami sudah menyiapkan Genset, agar tetap berjalan, dan untuk air sudah teratasi dengan cara membuat sumur Bor,” ungkap Jemy pada Delta Kepri. (Oppy)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *