Tingkatkan Profesionalisme Prajurit, Lantamal IV latihan Simulasi SAR laut dan Udara

Artikel ini sudah dibaca sebanyak 745 kali.


Delta Kepri – Demi meningkatkan ketanggapan serta profesionalisme, Prajurit TNI AL Wing Udara-2 Pusnerbal (Pusat penerbangan Angakatan Laut) yang bekerjasama dengan RS AL Midyato Suratni Tanjungpinang dan Diskes Lantamal IV. TNI AL secara simultan melaksanakan latihan SAR Laut sekaligus melakukan evakuasi medis udara, bila sewaktu-waktu terjadi kecelakaan laut disekitaran perairan batu hitam Kota Tanjungpinang (15/12).

Didalam skenario tersebut, terdapat dua (2) awak kapal yang terluka parah dan terjebak musibah kebakaran di kapal feri. Dan selanjutnya, tim gabungan dari TNI AL bersama SAR langsung melaksanakan tindakan penyelamatan dengan menggunakan evakuasi medis udara menggunakan Helikopter Bolkow BO-105 NV-408 dan NV-409, guna melakukan penyelamatan kepada korban kebakaran kapal Fery tersebut.

Selain itu, ada juga Korban yang mengapung dilaut dan kemudian dilakukan penyelamatan menggunakan teknis Hoist oleh Helikopter sambil membawa korban ke Mako Lantamal IV dan selanjutnya dibawa ke rumah sakit TNI AL Tanjungpinang dengan menggunakan mobile Ambulance Diskes Lantamal IV.

Sementara itu, menurut Wadan Lantamal IV Tanjungpinang, Kolonel Laut (P) Dwika Tjahya Setiawan. Ia mengatakan, bahwasannya dalam keterampilan dan profesionalisme Prajurit dalam menghadapi kecelakaan udara maupun laut. Prajurit wajib dituntut menangani secara cepat, tepat dan sesuai Standard Operating Prosedure (SOP).

“Latihan seperti ini, bagi prajurit TNI AL baik yang ada di Wing Udara-2, Lantamal IV, Rumah Sakit Angkatan Laut dan Dinas Kesehatan Lantamal IV Tanjungpinang merupakan bagian melatih keterampilan dan profesionalisme prajurit dalam menghadapi kecelakaan udara maupun laut serta dituntut dapat menangani secara simultan secara cepat tepat dan sesuai dengan (SOP) yang ada,” kata Dwika Tjahya Setiawan.

Dwika juga menjelaskan, tujuan dari simulasi ini merupakan melatih kekompakan Tim prajurit TNI AL. Dimana, Prajurit memiliki tugas masing-masing disaat terjadinya Kecelakaan udara maupun laut.

“Diadakannya kegiatan simulasi ini adalah Untuk melatih kerjasama kemampuan tim prajurit TNI AL. Sehingga seluruh personil TNI AL yang terlibat dalam latihan evakuasi pertolongan mengetahui tugasnya masing-masing, apa dan berbuat apa, didalam menangani laka udara dan laut,” Jelasnya. (Dispen Lantamal IV, Drs. Josdy damopolii/Oppy)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *