Terancam Padam, GM PLN: Tanjungpinang Defisit 30 Megawatt

Artikel ini sudah dibaca sebanyak 446 kali.


Delta Kepri – Tampaknya Masyarakat Tanjungpinang dan Bintan akan kembali mengalami pemadaman Listrik seperti yang terjadi beberapa tahun lalu.

General Maneger PLN Area Tanjungpinang Fauzan mengatakan, pemadaman tersebut karena ada pemeliharaan sumur gas di Gresik, Sumatera Selatan (Sumsel) dari 23 Februari sampai dengan 1 Maret 2019.

“Sudah tidak memungkinkan lagi ditunda (pemeliharaan,red), pemerintah sudah mengizinkan pemeliharaan,” ujarnya kepada awak media di Rumah Makan Mie Tarempa, Tanjungpinang. Rabu (20/2).

Fauzan menerangkan, pemeliharaan tersebut mengakibatkan pasokan gas ke PLN Bright Batam terganggu.

Sebelumnya mendapat pasokan 40 BBTUD, karena pemeliharaan tersebut hanya mendapat 14 BBTUD.

“Pembangkit listrik di Batam 70 persen dari gas, otomatis sebagian pembangkit gas tidak maksimum. Finalnya sampai sore kondisi terkini, PLN rapat sama ESDM untuk mencari gas dari tempat lain seperti perusahaan Petro Cina,” katanya.

Akibatnya, kata dia, kurangnya pasokan Listrik mengakibatkan terjadi pemadaman listrik tiga kali setiap harinya dengan durasi tiga jam.

“Tanjungpinang defisit 30 megawatt,” katanya.

Pihaknya, juga akan mengupayakan mengoprasikan kembali PLTD Air Raja untuk mengurangi beban. Menurutnya, PLTD Air Raja memiliki daya 9 megawatt.

Ia pun sudah mengantisipasi agar sektor pelayanan Publik tidak ada pemandaman.

“Saya sudah perintahkan untuk menyurati pelanggan besar yang memiliki genset, untuk bisa diambil langkah antisipasi,” tukasnya. (Ari)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *