Tak Seperti yang diberitakan, Makanan Hotel Aston Cukup Nikmat!

Artikel ini sudah dibaca sebanyak 1384 kali.


Delta Kepri – Semenjak tersebarnya berita tentang dugaan tiga (3) orang keracunan setelah mengonsumsi makanan breakfast pada karyawan dan tamu Hotel Aston Kota Tanjungpinang kemarin lalu.

Cukup banyak ditemukan pembicaraan-pembicaraan yang menyudutkan pihak Hotel Aston. Padahal kebenaran tersebut belum terbukti secara hukum yang berlaku di Republik Indonesia.

Dengan adanya informasi kejanggalan tersebut. deltakepri.co.id berusaha terjun langsung melihat kondisi sebenarnya. Dengan cara mencobai masakan dari pihak Hotel Aston tersebut.

Pada waktu itu, Pemimpin Redaksi (Pimred) Delta Kepri Niaga F. Harianja. SH beserta anggota mulai memesan masakan di Hotel Aston. Dimana, yang memasak orderan masakan tersebut adalah Koki (Chef) Imron abidinsyah, yang juga menjabat sebagai executive chef dan bertanggung jawab penuh seluruh masakan di Hotel Aston.

Masakan yang telah dipesan-pun telah tersaji dengan rapi dimeja makan. Dengan pikiran yang sedikit was-was oleh karena berita tersebut. Pimred dan anggota mulai mencoba menyantap makanan yang telah dihidangkan. Namun alangkah terkejutnya, dengan lahap serta bertenaga, makanan yang telah tersaji disantap habis dan tanpa ada celah sedikitpun yang salah.

“Memang rasa tidak pernah bohong, saya rasa perlu diklarifikasi pemberitaan yang tersebar saat ini. Sebab, secara nurani, bila dibiarkan berita negatif tersebut beredar. Dapat berdampak rusaknya, reputasi Chef dan nama baik Hotel Aston. Dan ini harus segera diklarifikasi lebih lanjut,” tegas Pimred Delta Kepri, (7/9) dini hari tadi, di Restaurant Hotel Aston.

Tak hanya itu, salah satu Pejabat Pemprov Kepri yang tak ingin namanya disebutkan, juga ikut menyantap makanan tersebut dan turut angkat bicara.

Menurutnya, Bila nantinya terbukti tidak benar, berita yang menduga adanya keracunan pada karyawan dan tamu Hotel Aston. Dapat dipastikan, dampak yang akan dirasakan oleh Chef Imron cukuplah berat dan miris.

Pasalnya, harga diri sebagai profesi Chef adalah harga yang tak bisa dinilai oleh apapun. Sebab, untuk menjadi seorang Chef tidak seperti membalikkan telapak tangan, perlu melalui perjuangan panjang dan kesabaran. Jelas, hal ini wajib diluruskan, agar tidak menimbulkan fitnah yang berlarut-larut dikedepan harinya.

“Wah, makanan ini nikmat sekali, habis saya makan semua. Tidak mungkin ada ditemukan keracunan dengan masakan seperti ini. Bila tidak benar berita dugaan tersebut, alangkah baiknya, secepat mungkin diklarifikasi, agar tidak menimbulkan fitnah yang berlarut-larut dikemudian harinya,” terangnya.

Sementara itu, deltakepri.co.id berusaha menemui Executive Chef Imron. Dan ketika diwawancarai, Imron mengaku cukup menyesalkan dengan berita yang kurang berimbang. Ia sedih dan masih banyak lagi yang dijelaskannya. (DK)
Bersambung!




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *