Sofyan: Rupiah Menguat, Dampaknya Juga Tidak Bagus

Artikel ini sudah dibaca sebanyak 667 kali.


JAKARTA – Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil menyatakan, pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang kini masih di level Rp13.300 per USD masih dipengaruhi sentimen global. Namun, dirinya menilai, jika Rupiah terus menguat juga tidak terlalu baik untuk perekonomian Indonesia.

“Kita enggak mau Rupiah terlalu melemah, tapi enggak juga Rupiah yang menguat itu enggak terlalu bagus bagi ekonomi kita. Oleh karena itu, harus mencari sebuah balance,” tegas Sofyan di kantornya, Jakarta, Jumat (12/6/2015).

Sofyan menjelaskan, pelemahan nilai tukar Rupiah memang sentimen global yang di luar kontrol pemerintah, namun hal tersebut harus dibereskan dengan mempercepat pembangunan infrastruktur, regulasi dipercepat dan diperbaiki. Selain itu bagaimana program percepatan program dijalankan, penyerapan APBN dijalankan dengan cepat, terobosan dilakukan dalam rangka meningkatkan ekspor hingga memudahkan investasi.

“Itu yang akan menyelesaikan masalah kita. Tapi itu perlu waktu. Faktor eksternal lagi enggak bersahabat dengan kita, jadi internal harus di-push,” paparnya.

Sofyan mencontohkan beberapa kondisi internal yang harus diselesaikan, seperti halnya pada kuartal I-2015 terlambat menyelesaikan perubahan nomenklatur kementerian yang berubah.

“Jadi kuartal II ini, di bulan Mei-Juni meningkat luar biasa. Ada percepatan signifikan di kuartal II, karena selama ini enggak memperhatikan hal-hal teknis, yang kecil. Itu keputusan groundbreaking politik, membangun jalan tol politik, ini implementasi harus dilihat,” terang Sofyan.

Namun, permasalahan internal terus dilakukan pembenahan oleh pemerintah. Salah satu contohnya adalah dua minggu lalu, masalah di Jawa Tengah dan Asahan III tentang lahan sudah terselesaikan. Selama ini menghambat untuk pembangunan infrastruktur

“Kita undang bupati, BPN, polisi dan siapa saja dengan pendekatan ini kita tahu detail. Persoalannya infrastruktur bukan masalah politik, tapi persoalan implementasi. Infrastruktur bukan masalah groundbreaking, tapi bagaimana impelemntasi itu. Dari sekarang Presiden enggak berkenan lagi dengan grounbreaking tapi yang penting pelaksanaannya,” tukasnya. net




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *