Selamat.. Putri bungsu Romo raih Cumlaude di UGM

Artikel ini sudah dibaca sebanyak 2602 kali.


Delta Kepri – Mantan Wakil Gubernur (Wagub) Kepri, DR HM Soerya Respationo SH, MH atau yang akrab disapa Romo ini tengah berhagia.

Pasalnya putri bungsunya, Bidadari Mahardhika Respaty telah lulus sarjana hukum pada I.U.P ( International Undergraduate Program), Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta dengan predikat Cumlaude.

Putri politisi Partai PDI Perjuangan ini lulus setelah menyelesaikan Skripsinya yang berjudul: Legal Protection of e-Money Holders With Telkomsel as The Provider of The Payment System Services and Conventional Banks As The Holder of Funds.

Bidadari menyelesaikan kuliahnya dalam waktu 3 tahun 10 bulan.

“Ya saya selalu ingin belajar menjadi yang terbaik. Tentu bahagia atas semua ini,” ungkap Bidadari.

Bidadari juga memiliki kesan khusus selama menempuh kuliah di UGM, terutama keberhasilannya mencapai semifinalis dalam even International Criminal Court Moot Court Competition (ICCMCC) yang digelar di Leiden University Belanda pada 2016 lalu.

Bidadari juga satu di antara 7 anggota tim dari UGM yang sukses menyisihkan 55 tim dari 44 negara.

“Ini raihan tertinggi dan pertama dari Indonesia. Ini memang prestasi yang membanggakan bagi UGM maupun Indonesia,” katanya.

Kontingen yang disisihkan bukan sembarangan. Mereka antara lain berasal dari universitas bergengsi, seperti National University of Singapore, Leiden University, Chinese University of Hongkong, University of Luxembourg, Freiburg University dan lainnya.

Prestasi ini juga menjadi yang terbaik yang pernah diterima UGM. Dalam keikutsertaan sebelumnya mereka paling tinggi hanya mampu meraih posisi 29 besar.

Dalam kompetisi ini memang dibuat semacam forum peradilan. Sebagai juri atau panelis merupakan para pakar bidang hukum ternama.

Tim UGM sendiri maju dengan topik seputar “kejahatan melawan kemanusiaan dan kejahatan perang”. Dalam persiapan menuju kompetisi, tim kadang menggelar bedah kasus hingga larut malam.

Kini jerih payahnya telah menuai hasil. Ia lulus dengan predikat cumlaude. Bidadari mengaku saat ini ia masih menimbang-nimbang untuk memilih universitas guna melanjutkan kuliah S2-nya. Ia masih menimbang di Singapura atau di Amerika.

“Sambil menunggu itu, saya sedang mengikuti program PKPA (Pendidikan Khusus Profesi Advokat) di Fakultas HukumUGM, kerja sama dengan Peradi,” katanya lagi.

Selain kesannya mengikuti lomba itu, Bidadari juga sempat magang di Kedutaan Besar RI di Belanda. Saat itu ia juga melakukan penelitian tentang Brexit.

“Itu magang saat libur semester. Jadi di Belanda tiga bulanan,” ungkapnya.

Sementara kebahagiaan juga disampaikan oleh Soerya atas wisuda putri bungsunya tersebut.

“Saya merasa plong dan lega Dhika bisa selesaikan kuliahnya. Ini salah satu yang dititipkan atau dipesankan oleh almarhumah (Dra.Hj.Rekaveny) kepada saya. Dan itu salah satu kewajiban dan tanggung jawab kami untuk dapat memberikan bekal pendidikan kepada anak-anak. Alhamdulillah telah tertunaikan,” ungkap Soerya.

Selain itu, ia juga mendukung penuh keinginan putrinya untuk melanjutkan studinya.

“Saat ini Dhika masih 21 tahun. Dia ada rencana untuk mengambil program masternya antara di Amerika atau Singapore. Kami keluarga sangat senang, karena hasrat belajar Dhika sangat tinggi,” tambahnya.

“Terus terang saya merasa haru. Dhika kecil yang kemanja-manjaan itu, telah tumbuh menjadi remaja yang mandiri dan perfect, alhamdulillah, syukur kepada Allah. Almarhumah mamahnya pasti merasa bahagia di sana,” tutup Soerya. (**)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *