Rincian gratifikasi 24 pejabat Kepri, terkecil Rp2,5 juta

Artikel ini sudah dibaca sebanyak 2395 kali.


DELTAKEPRI.CO.ID, TANJUNGPINANG – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka daftar 24 kepala organisasi perangkat daerah Provinsi Kepulauan Riau yang diduga memberikan gratifikasi kepada Gubernur Kepri (Kepulauan Riau) nonaktif Nurdin Basirun.

“Selain menerima dari para pengusaha yang mengurus penerbitan izin pemanfaatan ruang laut, izin lokasi reklamasi dan izin reklamasi. Terdakwa juga menerima gratifikasi dari Kepala Organisasi Perangkat Daerah Provinsi Kepri dalam kurun waktu 2016—2019,” kata Jaksa Penuntut Umum KPK M. Asri Irawan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Rabu, 4 Desember 2019 kemarin.

Menurut Irwan, gratifikasi tersebut berasal dari:

– Martin Luther Maromon selaku Kepala Biro Umum Provinsi Kepri, yakni uang sebesar Rp 30 juta untuk keperluan hari raya terdakwa pada tahun 2017;

– Uang sejumlah Rp30 juta yang diserahkan kepada Nyi Osih (Kabag TU Pimpinan) untuk keperluan hari raya terdakwa pada tahun 2018;

– Uang sejumlah Rp 447 juta untuk membiayai ibadah umrah keluarga terdakwa pada tahun 2018 melalui agen travel PT Zulindo Travel;

– Uang sejumlah Rp100 juta untuk membiayai ibadah umrah terdakwa bersama dengan pejabat Pemerintah Provinsi Kepri pada tahun 2018;

– Uang sejumlah Rp600 juta yang berasal dari anggaran Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kepri pada akhir tahun 2018 yang belum terserap yang diserahkan langsung kepada terdakwa;

– Uang sejumlah Rp30 juta yang diserahkan kepada Bela yang merupakan asisten pribadi terdakwa untuk keperluan hari raya terdakwa pada tahun 2019;

– Uang sejumlah Rp200 juta yang berasal dari anggaran Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kepri pada tahun 2019, yang diserahkan kepada terdakwa di Hotel Harmoni Batam;

– Amjon selaku Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral sejumlah Rp 10 juta terkait dengan keperluan hari raya terdakwa yang merupakan pemberian rutin;

– Abu Bakar selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat sejumlah Rp1,055 miliar yang bersumber dari pemberian fee proyek sejak 2017—2019;

– Yerri Suparna selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup sejumlah Rp170 juta terkait persetujuan tapak di Dinas Lingkungan Hidup pada tahun 2018;

– T.S. Arif Fadillah selaku sekretaris daerah sejumlah Rp32 juta yang merupakan pemberian rutin kepada masyarakat atas permintaan terdakwa;

– Zulhendri selaku Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika sejumlah Rp 43 juta yang merupakan pemberian rutin untuk kegiatan terdakwa sejak 2017—2019;

– Ahmad Nizar selaku Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Peternakan sejumlah Rp4,6 juta yang merupakan pemberian rutin untuk kegiatan terdakwa;

– Tagor Napitupulu selaku Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi sejumlah Rp10 juta yang merupakan pemberian bantuan kepada Gereja HKBP Batam atas perintah terdakwa pada tahun 2018;

– Sardison selaku Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kependudukan dan Catatan Sipil sejumlah Rp 9 juta untuk mendukung kegiatan terdakwa sejak 2018—2019;

– Tjetjep selaku Kepala Dinas Kesehatan sejumlah Rp144 juta untuk mendukung kegiatan terdakwa sejak 2016—2019;

– Maifrizon selaku Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga sejumlah Rp59 juta untuk mendukung kegiatan terdakwa sejak 2017—2019;

– Azman Taufik selaku Kepala Dinas Penaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu sejumlah Rp20 juta untuk mendukung kegiatan terdakwa sejak 2017—2018;

– Aripin selaku Kepala Dinas Pendidikan sejumlah Rp60 juta untuk mendukung kegiatan hari raya terdakwa pada tahun 2018;

– Any Lindawati selaku Kepala Biro Organisasi dan Korpri sejumlah Rp2,5 juta untuk bantuan rutin kepada terdakwa pada tahun 2018;

– Aris Fhariandi selaku Kepala Biro Administrasi Pembangunan sejumlah Rp18 juta sebagai bantuan rutin kepada terdakwa sejak  2017—2019;

– Misbardi selaku Kepala Biro Layanan Pengadaan sejumlah Rp3 juta sebagai bantuan rutin kepada Terdakwa sejak 2017—2018;

– Tarmidi selaku Kepala Biro Kesejahteraan sejumlah Rp10 juta pemberian untuk open house hari raya terdakwa pada tahun 2018;

– Nilwan selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan selaku Kepala Biro Humas dan Protokol sejumlah Rp110 juta pemberian kepada terdakwa dari pemotongan SP2D pada tahun 2016—2019;

– Andri Rizal selaku Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah sejumlah Rp55 juta pemberian untuk mendukung kegiatan dan keperluan pribadi terdakwa sejak 2018—2019;

– Lamidi selaku Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik sejumlah Rp13,4 juta pemberian untuk kegiatan terdakwa di lapangan saat kunjungan ke daerah-daerah sejak 2018—2019;

– Firdaus selaku Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia sejumlah Rp23 juta pemberian untuk kegiatan terdakwa di lapangan saat kunjungan ke daerah-daerah sejak 2017—2019;

– Buralimar selaku Kepala Dinas Pariwisata sejumlah Rp100 juta pemberian untuk kegiatan terdakwa di lapangan saat kunjungan ke daerah-daerah dari Tahun 2017—2019.

Sumber: Tempo.co


TAG


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *