PWI dan AJI hadiri Work Shop Jurnalistik Terhadap Dunia Pendidikan

Artikel ini sudah dibaca sebanyak 995 kali.


Delta Kepri – Work Shop Jurnalistik Terhadap Dunia Pendidikan yang diprakarsai oleh Kepala Seksi Perencanaan Evaluasi (Renva) Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Irwan Panggabean ST. MH mengungkapkan, kegiatan yang sedang berlangsung saat ini adalah kegiatan Work Shop Jurnalistik Terhadap Dunia Pendidikan pada Dinas Pendidikan Provinsi Kepri tahun 2016.

Menurut Irwan Panggabean, kegiatan ini merupakan dedikasi atau perhatian khusus Dinas Pendidikan Provinsi Kepri kepada para pewarta berita yang selama ini telah intens meliput dunia pendidikan di Provinsi Kepri.

Irwan juga menambahkan, Kegiatan ini tak lupa melibatkan peran serta Organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepri dan Aliansi Jurnalistik Indonesia (AJI). Yang mana dihadiri langsung oleh Ketua PWI Kepri Ramon Damora dan Sekretaris Jendral AJI, Jaylani.

Ketua Panitia Work Shop, Irwan Panggabean ST. MH dan Ketua PWI Kepri Ramon Damora

Lanjut Irwan, untuk mekanisme pendaftaran, Disdik Kepri meminta seluruh peserta Jurnalis yang hadir membawa Surat Tugas dari masing – masing media tempat mereka bekerja. Dan hal ini dilakukan secara selektif oleh petugas panitia acara. Tanpa terkecuali dan tanpa membeda – bedakan, baik itu media cetak, elektronik maupun media online.

Sekjend AJI Jaylani dan Anggota, Darul

“Mudah – mudahan dengan adanya kegiatan ini, kita dapat mempererat tali silathurahmi dan terutama meningkatkan peran Jurnalis pada dunia Pendidikan Provinsi Kepri. Perlu diketahui, Ketua PWI Kepri Ramon Damora dan Sekjen AJI Jaylani baru saja mengisi kegiatan Work Shop ini. Bilamana ada yang mengatakan pengurus AJI atau PWI tidak dilibatkan atau diundang, itu tidak benar. Dan perlu dicatat, untuk pendaftaran Jurnalis dalam kegiatan ini, panitia menggunakan mekanisme yang cukup ketat dan selektif, yakni dengan cara membawa Surat Tugas dari masing – masing Redaksi media tempat si-wartawan bekerja, tanpa terkecuali dan tanpa membeda – bedakan,” jelas Irwan Panggabean (26/11) di Hotel Aston.

Sementara itu, Ketua LSM Gerakan Tuntas Korupsi (Getuk) Yusri Sabri mengatakan kegiatan Work Shop ini patut diapresiasi serta diberikan penghargaan yang baik.

Pasalnya, bila diperhatikan dari seluruh peserta yang hadir dalam kegiatan ini adalah benar – benar berprofesi sebagai pewarta berita. Hampir seluruhnya dapat dikenali dan diakui memiliki legalitas dari Perusahaan Pers di Provinsi Kepri.

“Saya melihat, jurnalis harus berbangga dengan berjalannya acara ini. Jadi, apapun yang kita lihat saat ini, Wartawan seluruhnya datang. Dari yang online, cetak, elektronik, harian, mingguan dan bulanan itu semua hadir. Dari Batam dan Lingga juga datang. Ini merupakan suatu hal yang luar biasa dan patut diapresiasi serta diberikan penghargaan,” kata Yusri Sabri.

Selain itu, pada saat acara pembukaan dimulai, turut juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Arifin Nasir dan Asisten I Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri Raja Eriza.

Dalam sambutannya, Raja Eriza tampak bersemangat mengetuk beberapa kali simbel drum sebagai pertanda acara telah dipersilahkan untuk dimulai.

Uniknya, bagi sebagian peserta yang melihat kejadian itu. Raja Eriza dianggap sosok yang masih memiliki selera jiwa muda dan bergairah. Dimana, biasanya simbol pembukaan acara kegiatan adalah dengan cara mengetuk tiga kali gong. Namun kali ini cukup berbeda, Asisten I mengetuk simbel drum, seakan ia sebagai personil band diposisi drum. (DK)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *