PUPR Kepri Tinjau Lokasi Longsor Di Lingga

Artikel ini sudah dibaca sebanyak 1061 kali.


Kabid BM Rodi Yantari: Minimal Perbaikan Kita Segerakan

DELTAKEPRI.CO.ID, LINGGA – Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPRP) Provinsi Kepulauan Riau masih terus melakukan pembenahan infrastruktur, termasuk jalan longsor di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau.

Program jangka pendeknya adalah, perkerjaan sedang dalam proses perbaikan. Mulai dengan pelebaran jalan, hingga ke peralihan tebing jalan yang longsor.

Sementara jangka panjang–lanjutan–dilakukan setelah progres jangka pendek selesai, salah satunya pemasangan atau pembangunan kontruksi turap bronjong (dinding penahan tanah).

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga PUPRP Provinsi Kepri, Rodi Yantari usai meninjau lokasi jalan longsor dikawasan Desa Bukit Langkap Kecamatan Lingga Timur, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, Jumat (14/6/2020) kemarin.

Selain itu, kedatangan rombongan PU Provinsi Kepri ini juga sekaligus memantau pekerjaan perbaikan jalan yang sedang dilakukan oleh pihak perusahaan karena masih dalam masa pemeliharaan.

“Minimal perbaikannya kita segerakan biar lalu lintas juga tidak terganggu. Kita lakukan cerucug, kita perbaiki yang longsor nanti kita buatkan peralihan jalannya. Jadi yang ada disisi tebing kita lebarin lagi jalannya, kita buat jalan baru. Nah itu yang jangka pendek ya. Sementara jangka panjangnya, nantinya kedepan akan dibuatkan seperti kontruksi turap bronjong,” kata Rodi.

“Jadi itu termasuk dari masa pemeliharaan, ya. Kalau kita sudah teken kontrak fisik selesai kita serahkan. Kan artinya ada serah terima terakhir nantinya. Itu kontraktor harus memperbaiki dulu setelah itu selesai, baru nanti kita serahterimakan,” sambung dia.

Kesempatan penghujung malam, Rodi yang didampingi Kabid Bina Marga Dinas PU Kabupaten Lingga Jaki Amanda, sempat menuturkan singkat kejadian serupa yang pernah terjadi 3 tahun silam di Lingga Utara.

“Di Sungai Tenam dulu 2 atau 3 tahun lalu kejadian sama. Disini tuh rata rata daerahnya kan extreme, jadi kita memang perlu penanganan itu mengacu pada anggaran yang ada. Dengan kejadian ini prioritas pelaksanaan kedepan. Kalau dipaksakan kemarin mungkin jalan tak tersambung. Jadi kita ada perhitungannya,” pungkasnya.


TAG


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *