Pulau Singkep, Cerita Singkatmu “Pascaoperasi Tambang”

Artikel ini sudah dibaca sebanyak 1701 kali.


DELTAKEPRI.CO.ID, LINGGA – Goresan luka alat berat “pascaoperasi tambang” di wajah Pulau Dabo Singkep seketika mengundang Bulk Carrier (Bulker) dalam perjalanannya dari Kota Ho Ci Minh City, Vietnam ke Indonesia.

Kapal Pengangkut Massal yang dibangun pada 2010 yang berlayar di bawah bendera Liberia akan mengangkut hasil bauksit lebih kurang 54.900 MT (metrix ton).

Sesuai dengan panjang kapal (LOA 189.99 M), semakin panjang LOA, maka semakin besar daya angkut yang diukur dari haluan terdepan sampai buritan kapal paling belakang.

MV ASL Mercury, dok (ist)

Sejak beberapa hari terakhir sebelum kedatangan Bulker di Pulau Pandan, banyak cerita mengawali perjuangan PT Telaga Bintan Jaya untuk merengkuh hasil di Desa Langkap, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau.

Perjuangan yang diwarnai dengan keinginan masyarakat hingga permintaan akan pembangunan smelter, menjadi isyarat klaim izin ekspor yang dimiliki perusahaan membungkam suara Bunda Tanah Melayu.

“Dan kalaupun dilakukan di Langkap itu sudah sesuai izin yang kita dapatkan,” sebut sumber perusahaan, seperti diterima Delta Kepri, Kamis (30/1/2020) lalu.

Posisi keberadaan MV ASL Mercury

Cara yang diterapkan atas klaim PT Telaga Bintan Jaya tampaknya berhasil mempercundangi paradigma kedisiplinan intelektual seseorang.

Bahkan kepedulian seseorang terhadap keasrian alam nan hijau seketika punah, dan pada akhirnya membuat perusahaan melaksanakan pengangkutan bauksit untuk di eskpor ke luar negeri.

Akankah petanda ini erat kaitannya dengan harga ekspor bauksit yang diprediksi mencapai hingga 20-30 dollar AS per ton, yang apabila di kurs ke dalam rupiah, hasil yang didapatkan setara dengan 2 unit harga Lamborghini Huracan.

Sebagai pelengkap, Pulau Singkep adalah sebuah pulau di Kepulauan Lingga Indonesia yang memiliki luas 757 kilometer persegi, dan terpisah dari pantai timur Sumatra oleh Selat Berhala.

Pulau ini juga dikelilingi oleh Pulau Posik di barat, Pulau Serak di barat daya, Pulau Lalang di selatan, dan Pulau Selayar di antara Lingga dan Singkep dengan jumlah penduduk lebih kurang sekitar 45 ribu jiwa.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *