Praktek Ilegal Jual Beli BBM, Pemkab Lingga Akan Berikan Sanksi Tegas

Artikel ini sudah dibaca sebanyak 498 kali.


DELTAKEPRI.CO.ID, LINGGA – Pemerintah Kabupaten Lingga terus berupaya mengungkap kelangkaan BBM di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau yang masih diselimuti tanda tanya besar.

Tanda tanya itu membuat pemerintah terpojok dengan berbagai asumsi yang muncul dan berkembang pesat di lingkungan masyarakat luas, khususnya Lingga.

Tepatnya Senin kemarin, 9 September 2019. Pemerintah bersama Polres Lingga terus mengali informasi di lapangan dan melakukan sidak di beberapa kecamatan.

Melalui Tim Pengendalian dan Pengawasan (TPP) BBM bersama aparat penegak hukum berhasil mengungkap sedikitnya catatan buruk atas permainan oknum-oknum tak bertanggungjawab.

Adapun informasi yang diperoleh Delta Kepri sebagaimana dugaan penyebab kelangkaan BBM, sidak dimulai dari Kampung Suak, Desa Sungai Buluh Kecamatan Singkep Barat.

Sebanyak 12 Kios BBM di Kecamatan Singkep Barat dan Kecamatan Singkep, 3 diantaranya didapati tidak beroperasi, hal ini bukti keseriusan pemerintah menindaklanjuti kelangkaan BBM yang membuat kalangan masyarakat di Lingga kian resah.

“Saat dilakukan sidak oleh TPP BBM kios tersebut dalam keadaan tutup dan tidak beroperasi namun masih terdapat stok BBM yang belum dijualkan kepada masyarakat,” ujar Asisten II Ekonomi dan Pembanguan melalui Kabag Ekonomi Setda Lingga, Sumiarsih.

Hasil analisa sementara pihak pemerintah, terkait masalah kondisi kelangkaan BBM kususnya bensin yang terjadi beberapa waktu terakhir ini, baik diwilayah Kecamatan Singkep, juga diakibatkan adanya keterlambatan angkut BBM dari Depot Pertamina di Tanjung Uban.

Hal itu, menurut keterangan Sumiarsih diperparah kembali dengan adanya oknum-oknum pemilik kios “nakal” yang enggan menjual habis stock BBM yang ada, sehingga pendistribusian dan penyaluran BBM tidak merata.

“Ada kekhawatiran dari masyarakat yang berakibat masyarakat itu sendiri melakukan pembelian dengan jumlah lebih menggunakan dirigen/botol, hal itu dibuktikan dengan hasil sidak yang dilakukan TPP BBM bahwa di Sungai Buluh Kecamatan Singkep Barat tidak terjadi kelangkaan BBM,” jelasnya.

Menyikapi praktek jual beli DO yang mengakibatkan penyaluran BBM tidak merata dan adanya kelebihan, Sumiarsih dengan tegas mengatakan bahwa pemerintah akan mengambil tindakan tegas kepada para pelaku yang masih saja nakal.

“TPP BBM sudah memberikan peringatan kepada pemilik kios agar membuka kiosnya dan menjual habis seluruh stock BBM yang ada kepada masyarakat. Apabila hal tersebut tidak dilakukan, TP BBM akan mengambil tindakan tegas berupa pencabutan Izin Rekomendasi Penjualan BBM,” pungkas Sumiarsih.

Kegiatan sidak dihadiri langsung oleh Asisten II Ekonomi dan Pembangunan Yusrizal, Kabag Ekonomi Sekretariat Daerah Sumiarsih, Kasubag Sarana Ekonomi dan SDM Bagian Perekonomian Zafrinaldi ST, Kasi Ekbang Kecamatan Singkep Barat Bernadeta, Danton Satpol PP Jumaliawati didampingi Anggota Sat Intel maupun personil Satpol PP Kabupaten Lingga.

Sementara dari pihak Polres Lingga, turut hadir Kanit II Ekonomi Sat-Intelkam Polres Lingga Aipda Rijalul Fikri, Banit Satreskrim Polres Lingga Bripda Steven Silap, Banit Satreskrim Polres Lingga Bripda Febrian, Banit Sat-intelkam Polres Lingga Bripda Riko Sahputra, Banit Sat Intelkam Polres Lingga Briptu Rahmad Indra Pradipta.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *