Posisi Kepala Staf Presiden Akan Diisi Orang Kepercayaan Jokowi

Artikel ini sudah dibaca sebanyak 666 kali.


JAKARTA – Perombakan kabinet (reshuffle) berujung melemahnya nilai kurs rupiah terhadap dolar Amerika, dinilai sebagai upaya menunjukkan niatnya mengakomodir suara publik dan sekaligus partai politik pendukungnya namun, dengan tetap menyisipkan pemikirannya sendiri.

Peneliti The Jokowi Institute, Amir Hamzah mengatakan, meski di sisi lain terlihat keputusan itu berkonsekuensi bahwa Jokowi bisa dinilai masih memiliki kekeliruan di awal pembentukan Kabinet Kerja, namun, kekeliruan itu adalah hal umum yang jamak dilakukan oleh seorang Presiden baru.

“Yang mengejutkan itu adalah, belum sehari bekerja, ternyata pilihan Jokowi berbuah nuansa baru yang belum pernah terjadi, yakni salah satu Menko-nya membawa angin segar. Kami sebut angin segar karena suasana Istana yang biasanya sepoi-sepoi karena para menterinya sibuk ikut-ikutan bercitra diri hingga cenderung membuat Presiden nyaman kini semua seketika berubah menjadi rasa takut,” ungkap Amir, di Jakarta, Selasa (25/8/2015).

Kondisi tersebut lanjut Amir, sejatinya adalah hal di luar setting besar, namun dirinya melihat hal itu sudah diprediksi Presiden Jokowi. “Itu analisa kami. Itu diperkuat dengan adanya penambahan lingkup kewenangan kerja bagi Rizal,” sambungnya.

Presiden Jokowi menurutnya, agak sedikit berani menambahkan bidang pekerjaan Rizal Ramli dikala angin sudah mulai kencang menerpa lingkungan Kepresidenan. Artinya, lanjut dia, Jokowi sesungguhnya tidak pernah terganggu dengan angin baru tersebut.

“Pemikiran banyak kalangan bahwa Jokowi tersandera mantan Kepala Staf Presiden (KSP) juga dengan sendirinya menjadi pupus, walau posisi Luhut Binsar Pandjaitan naik menjadi Menko, namun di saat yang sama ada Menko Rizal yang bisa juga seketika menjadi ‘kompeteter opini’ terhadap Luhut,” jelasnya.

Dirinya memprediksi, langkah yang akan dilakukan. Presiden Jokowi berikutnya ialah menata institusi KSP. Presiden nantinya kata Amir, akan semakin mudah untuk menentukan siapa yang pas menurut pemikirannya untuk menggantikan posisi yang ditinggal Luhut.

“Muaranya kami nilai, Jokowi akan menempatkan orang yang paling dipercayainya dari lingkungan KSP sendiri. Dia sudah banyak belajar dari berbagai kekurangan-kekurangan selama ini,” tandasnya. net




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *