Peserta Sespim Polri Diminta Tidak Ciptakan Kegaduhan Pemerintahan

Artikel ini sudah dibaca sebanyak 1133 kali.


JAKARTA – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Yuddy Chrisnandi memberikan pembekalan kepada peserta Sekolah Pimpinan Polri Pendidikan Reguler (Sespim Polri Dikreg) ke-24 yang diikuti oleh kalangan Polri, TNI, Kejaksaan Agung.

Ia memberikan sejumlah pesan kepada para peserta. Di antaranya meminta peserta tidak menciptakan kegaduhan setelah lulus.

“Tidak boleh gaduh dalam tubuh pemerintah. Mari kita melakukan yang terbaik sebagai darma bakti kita. Bentuk rasa syukur kita atas karunia Tuhan,” ujarnya lewat keterangan tertulisnya, Rabu (28/6/2015).

Yuddy menyampaikan, saat ini pemerintah tengah melakukan perbaikan penataan SDM aparatur pada dua aspek, yaitu aspek promosi jabatan dan rekrutmen.

Sejalan dengan kebijakan tersebut, pendidikan seperti yang dilaksanakan di Sespim Polri ini dipandangnya sebagai kawah candradimuka. Dia mengatakan, setelah lulus dari sekolah tersebut, seluruh peserta semestinya mampu merevitalisasi cara pandang dan niat baik, serta nilai-nilai kepemimpinan.

Sebagai contoh, Yuddy menekankan anggota kepolisian harus mampu mendengar dan merespons tantangan zamannya, dan mengedepankan integritas, serta melaksanakan tugas sebaik-baiknya.

Menurut Guru Besar FISIP Universitas Nasional Jakarta ini, revolusi mental diperlukan untuk memperbaiki birokrasi dalam penataan strukur organisasi, penataan aparatur negara agar memiliki peran sebaik-baiknya. “Tolok ukurnya adalah menurunnya komplain masyarakat,” ucapnya. net




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *