Pertemuan Putin-Obama Bahas Nasib Suriah

Artikel ini sudah dibaca sebanyak 811 kali.


HANGZHOU, (DK) – Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama dan Presiden Rusia Vladimir Putin akan membahas nasib Suriah hari ini. Kedua pimpinan negara adidaya tersebut dijadwalkan bertemu di sela-sela KTT G20 di Hangzhou, China. Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional AS, seperti dilansir CNN, Senin (5/9/2016) menyebut, pertemuan hari ini dilangsungkan demi mencari solusi atas konflik berkelanjutan di Suriah. Obama dan Putin juga membahas konflik di Ukraina.

Pertemuan Obama dan Putin dijadwalkan setelah Menlu AS John Kerry dan Menlu Rusia Sergey Lavrov menegosiasikan rencana kerjasama militer antarkedua negara. Tujuannya, menyasar teroris dengan lebih baik dan melindungi warga sipil. Tetapi keduanya gagal menghasilkan kesepahaman. “Masih ada beberapa masalah untuk diselesaikan,” ujar perwakilan resmi Pemerintah AS tanpa merinci masalah yang dimaksud tersebut.

Minggu 4 September, banyak pihak optimistis akan ada kesepakatan antara Washington dan Moskow untuk menyelesaikan konflik Suriah melalui pertemuan pucuk pimpinan dari kedua negara.

“Baik Kerry dan Lavrov sedianya telah bekerja keras mengupayakan kesepakatan tersebut,” ujar Obama kepada wartawan. Tentara Rusia sendiri menjadi sekutu Presiden Suriah Bashar al-Assad dengan menargetkan pejuang oposisi yang didukung AS.

Selama ini, Moskow dan Damaskus menganggap pihak oposisi di Suriah sebagai teroris. Konflik tersebut mengakibatkan krisis kemanusiaan dan membuat jutaan rakyat Suriah mengungsi ke Eropa. AS berharap dapat membentuk sekutu dengan Rusia untuk mengidentifikasi target teroris termasuk ISIS dan Jabhat al Nusra yang dulunya merupakan bagian jaringan Al Qaeda.

Pemerintah keduanya berharap gencatan senjata akan memuluskan transisi politik dan mendorong mundurnya Presiden Suriah Bashar al-Assad. Obama sendiri menyadari, selama ini berbagai kesepakatan untuk mengakhiri penderitaan di Suriah gagal, termasuk perjanjian gencatan senjata pada Februari 2016.

“Kami cukup skeptis mengingat banyaknya upaya gencatan senjata yang gagal. Tetapi bagaimanapun juga, upaya mengakhiri krisis kemanusiaan ini layak dicoba agar banyak wanita, anak-anak dan warga sipil yang tidak bersalah bisa mendapatkan makanan, obat-obatan dan kelegaan dari teror yang terus menerus. Semua layak diusahakan,” papar Obama.

Kesepakatan antara AS dan Rusia terkait Suriah bisa membuat posisi Obama lebih kuat di akhir masa jabatannya. Perbedaan pandangan akan konflik Suriah ini telah membuat keruh hubungan Obama dan Putin, membuat perselisihan kedua negara masuk pada level terendah sejak Perang Dingin. Interaksi Obama dan Putin pekan ini dapat menjadi upaya terakhir untuk mengakhiri krisis kemanusiaan global di Suriah.

Dukungan kuat Putin terhadap rezim Suriah, pergerakan Moskow di Ukraina dan tuduhan bahwa Rusia mungkin ikut bermain dalam pemilihan presiden di AS telah membuat dinamika politik tersendiri di antara pemimpin kedua negara. Menurut Obama, partisipasi Rusia dalam masalah ini sangat penting.

“Pembicaraan kami dengan Rusia menjadi kunci karena jika bukan karena Rusia, maka Assad dan rezimnya tidak akan mampu mempertahankan serangan mereka,” tandas Obama.
(rfa/Okezone.com/DK)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *