Pertama di Kepri, Bangunan Eks Tambang Timah Dijadikan Politeknik Pertanian

Artikel ini sudah dibaca sebanyak 804 kali.


LINGGA – Bangunan eks tambang Timah di kota Dabo Singkep, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga akan segera dijadikan Politeknik Pertanian.

Hal itu dijelaskan Bupati Lingga Alias Wello saat memimpin rapat koordinasi tim yang berlangsung di ruang utama kantor bupati Lingga, Senin (10/6/2019).

Dihadiri sejumlah pejabat Pemkab Lingga, Alias Wello meminta kepada tim yang terbagi dalam tiga kelompok segera meninjau lokasi.

“Khusus untuk tim perizinan dan tim sarpras agar besok mulai melakukan Action sekaligus turun ke lokasi melakukan pengukuran lahan,” kata Bupati Alias Wello dalam rapat bersama tim pendiri Politeknik Pertanian.

Disamping pengukuran lahan, pria yang akrab disapa Awe itu juga meminta kepada tim melakukan supervisi bangunan eks perusahaan Timah.

Hal itu mengacu pada standar yang telah ditetapkan Kementerian untuk pembangunan gedung perkuliahan dan sekaligus lahan untuk praktek di bidang Pertanian, Perkebunan dan Perikanan.

Khusus untuk laboratorium perikanan maupun pertanian, kata Awe menambahkan, pihaknya akan memanfaatkan kawasan di Desa Tinjol, Resang dan Marok Kecil di Kecamatan Singkep Selatan.

Selain itu, mengenai agenda kerja kuartal tim yang telah dibentuk dalam tiga kelompok membidangi perizinan, sarpras dan akademik di tahap pertama, diharapkan mampu bekerja secara maksimal.

“Saya minta tim yang telah dibentuk agar segera melakukan implementasi terhadap tugas yang telah diberikan sesuai dengan kelompok kerja yang dibentuk,” kata Awe tegas.

Untuk program studi, diterangkan Awe masih dalam tahap rencana, rencana itu kata dia untuk pertama ini akan dibentuk tiga Prodi (Program Studi) : Prodi Penyuluhan Pertanian, Penyuluhan Peternakan, dan Prodi Budi Daya Perikanan.

Dengan tiga program tersebut, nantinya akan merekrut mahasiswa sebanyak 150 orang dalam bentuk pemberian beasiswa kepada putra-putri terbaik di Lingga.

Sementara di luar daerah kabupaten/kota di wilayah Kepri, ujarnya akan ada sekitar 5 sampai 10 orang yang akan diundang untuk melaksanakan tahap seleksi.

Sebagaimana diketahui, lokasi perkuliahan seperti yang disampaikan pada rapat, akan menggunakan bangunan eks perusahaan Timah/Implacement, yang berada di kota Dabo, Kecamatan Singkep.

“Memanfaatkan bangunan yang ada dengan melakukan renovasi agar layak sebagai gedung rektorat dan tempat perkuliahan,” pungkas Awe.

Politeknik Pertanian yang pertama di Kepri, dan ada di Lingga, kedepan direncanakan juga akan melakukan MoU dengan beberapa perguruan tinggi seperti IPB, UIN Jambi, STTP Malang serta UMRAH Tanjungpinang. (Simarmata)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *