Foto: Hms

Peringatan HUT KORPRI Ke-44 di KEPRI

Artikel ini sudah dibaca sebanyak 796 kali.


Delta Kepri – Penjabat (Pj) Gubernur Kepulauan Riau Agung Mulyana mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau benar-benar memedomani reformasi birokrasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sehingga tidak ada lagi ASN yang bermental minta dilayani, namun harus sadar bahwa ASN adalah pelayan masyarakat. Hal ini disampaikan Agung Mulyana saat membacakan sambutan Presiden RI Joko Widodo ketika menjadi Pembina Upacara Peringatan HUT KORPRI ke-44 di halaman kantor Gubernur, Dompak, Tanjungpinang, Senin (30/11/2015).

Agung menegaskan agar para pegawai senantiasa meningkatkan kompetensi kinerja dalam melayani masyarakat. ASN harus lebih mampu bekerja dengan sigap, cepat, tepat, terencana dan terukur

“Kini adalah masanya Bangsa Indonesia mengubah ekonomi yang berbasis konsumsi selama ini menjadi ekonomi yang berbasis produksi,” kata Agung Mulyana dalam arahannya.

Agung melanjutkan, bahwa ASN dituntut senantiasa bekerja keras. Karena kerja keras adalah pondasi keberhasilan dalam menghadapi berbagai tantangan yang semakin komplek saat ini baik ditingkat regional maupun global.

Secara garis besar, sedikitnya ada lima poin yang dibacakan Gubernur dari sambutan Presiden pada kesempatan ini. Yakni menyangkut himbauan agar ASN melaksanakan birokrasi yang melayani dan bukan dilayani.

Selain itu juga himbauan tentang agar menjadikan revolusi mental untuk membangun jati diri KORPRI sebagai abdi negara, abdi masyarakat dengan kerja gotong royong untuk motor pengerak pembangunan nasional.

“Yang ketiga, birokrasi juga harus dinamis, adaktif, tidak menyusahkan, efisien dan kompetitif. Dan harus lebih familiar dengan sistem elektronik atau e-goverment. Karena akan banyak pekerjaan yang bisa dikerjakan secara efisien sistem e-goverment,” kata Agung.

Selanjutnya, dalam rangka menghadapi Pilkada serentak yang akan diselenggarakan pada 9 Desember mendatang, seluruh ASN diminta menjaga netralitasnya. Serta tidak menggunakan fasilitas negara, karena ASN harus fokus dalam pekerjaan kepegawaiannya.

“Terakhir, ASN harus mampu menjadi motor penggerak produktifitas. Hal ini dalam rangka menghadapi persaingan antar negara, baik yang bersifat regional maupun global. Oleh sebab itu, ASN harus mampu membangun komunikasi dan sinergi. Dan semua ini itu muaranya adalah untuk kesejahteraan masyarakat sepenuhnya,” tegas Agung.

Agung kembali menegaskan jika ASN harus tetap berwibawa, mandiri dan berkepribadian berdasarkan kinerja gotong royong. (Hms)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *