Pentagon: Rusia “Main Api” dengan Pamer Kekuatan Nuklir

Artikel ini sudah dibaca sebanyak 661 kali.


WASHINGTON – Wakil Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Robert Work menuding Rusia bermain api dengan memamerkan kekuatan senjata nuklir. Dia melanjutkan, pihak Pentagon bersikeras mencegah Rusia untuk memperoleh keuntungan militer dari melanggar Perjanjian Rudal Nuklir Jarak Menengah (INF Treaty).

Work menegaskan, Pemerintah Rusia gagal menggunakan kekuatan militernya untuk mengintimidasi negara-negara tetangga. Menurut dia, langkah Rusia tersebut justru membuat negara anggota NATO semakin bersatu. Work juga mengkritik strategi ‘eskalasi untuk deeskalasi’ yang dilancarkan Rusia.

“Siapa pun yang berpikir mereka dapat mengontrol eskalasi dengan menggunakan senjata nuklir sejatinya mereka sedang bermain api. Eskalasi adalah eskalasi. Penggunaan nuklir seharusnya menjadi eskalasi paling tinggi,” ujar Work, sebagaimana dikutip dari Reuters, Jumat (26/6/2015).

Di depan pembuat undang-udang di Dewan Perwakilan Rakyat AS, Work mengatakan modernisasi dan menjaga kekuatan nuklir AS pada tahun-tahun ke depan akan menghabiskan 7 persen anggaran pertahanan, meningkat dari situasi sekarang yang menggunakan 3-4 persen anggaran. Work memperingatkan, bila tidak ada sumber dana tambahan, pihaknya terpaksa mengambil dana dari program lain.

Kini AS berencana memulai usaha jangka panjang memodernisasi senjata nuklir yang sudah berumur, seperti senjata, kapal selam, peluncur bom, dan rudal balistik. Biaya rencana tersebut diperkirakan mencapai USD355 miliar atau sekira Rp4.732 triliun dalam 10 tahun hingga USD1 triliun atau sekira Rp13.331 triliun dalam 30 tahun. net




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *