Pemkab Bintan targetkan Kampung KB rampung tahun 2017

Artikel ini sudah dibaca sebanyak 544 kali.


Delta Kepri – Target Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan agar seluruh kecamatan memiliki Kampung KB (Keluarga Berencana) akan direalisasikan pada Tahun 2017 ini.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bintan Dr. Kartini, M.Si menjelaskan, bahwa besok Kamis pagi (28/9) Pemkab kembali meresmikan satu lagi tambahan Kampung KB yang berlokasi di Dusun Tanah Merah Desa Penaga Kecamatan Teluk Bintan.

“Rencananya besok kita akan kembali meresmikan Kampung KB di Desa Penaga Kecamatan Teluk Bintan. Tahun 2016 sudah ada 1 kampung KB, Tahun 2017 kita targetkan setiap Kecamatan satu kampung KB, sehingga total target 11 Kampung KB yang kita ingin wujudkan di Kabupaten Bintan,” ujar Kartini.

Kata Kartini, selain meresmikan Kampung KB rencananya kegiatan Pelayanan KB Gratis untuk semua metode kontrasepsi serta pelayanan pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) akan kembali dilaksanakan.

“Sesuai gagasan Ketua TP PKK Kabupaten Bintan Hj Deby Apri Sujadi, kita juga akan menggelar Pelayanan KB Gratis dan Pelayanan Pemeriksaan IVA bagi masyarakat, yang nantinya berguna bagi deteksi dini Kanker Serviks,” katanya.

Sementara itu, Bupati Bintan Apri Sujadi saat ditemui menuturkan tujuan pembentukan Kampung KB, bukan saja mensukseskan program Keluarga Berencana, namun lebih kepada proyeksi jangka panjang dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. .

Menurutnya, dalam Kampung KB ini juga akan disusun perencanaan pembangunan desa yang meliputi pembangunan disegala bidang seperti kesehatan, pendidikan serta sosial kemasyarakatan.

Lanjut Apri, untuk dapat mewujudkan peningkatan kesejahteraan tersebut, di kampung KB akan dilakukan optimalisasi semua perangkat dan institusi masyarakat desa, untuk bersama-sama membangun desa.

“Seperti yang disampaikan Kepala BKKBN Pusat beberapa waktu lalu di Jakarta, tujuan pembentukan kampung KB, tidak hanya untuk mensukseskan Program KB, seperti 2 anak cukup, dan pemakaian kontrasepsi, namun lebih dari itu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa yang menjadi sasaran pembentukan Kampung KB ” tutup Apri. (Ari)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *