Nama Gubernur Kepri dan Asisten terendus di penerimaan beasiswa

Artikel ini sudah dibaca sebanyak 2871 kali.


Delta Kepri – Puluhan Mahasiswa yang tergabung dari Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Tanjungpinang – Bintan melakukan aksi demonstrasi di depan halaman kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri, Selasa (12/12) pagi tadi.

Dalam orasinya, PMII menyampaikan empat (4) pernyataan sikap, tentang dugaan Beasiswa tidak transparansi dan adanya nama penerima ganda Beasiswa tahun 2017.

Salah satu dari 4 pernyataan sikap itu adalah, meminta Gubernur Provinsi Kepri Nurdin Basirun untuk mundur dari Jabatannya dan mendesak pihak penegak hukum memproses Kepala Disdik Kepri.

Pasalnya, PMII menduga Gubernur Nurdin Basirun telah mempolitisir hasil penerimaan Beasiswa Umum dan kemitraan APBD tahun 2017.

Sementara itu, Kepala Disdik Provinsi Kepri Arifin Nasir membantah hal tersebut, dan menegaskan titipan tidak ada, namun diakuinya, ada informasi, tiga (3) nama mahasiswa titipan dari Gubernur. Hanya, ketiganya tidak masuk.

“Kemarin ada 3 yang saya dapat informasi. Tapi tiga – tiganya tak masuk. Tak masuk, sebab nilainya rendah,” bantah Arifin.

Ia juga mengungkapkan, ada satu (1) nama yang diterima dari Asisten di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri, tapi mereka mengatakan, “Apakah ini masih dapat dibantu”.

“Satu, satu diterima dari Pak Asisten, Tapi mereka menyampaikan, apakah ini masih bisa dibantu bang?, saya jawab, kita tengok dulu. Akhirnya tidak bisa, dan sudah disampaikan kemarin, tidak lulus,” ungkap dia. (DK)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *