Musrenbang Lingga Timur, Air bersih dan perbaikan Infrastruktur jalan masih mendominasi

Artikel ini sudah dibaca sebanyak 721 kali.


DELTAKEPRI.CO.ID, LINGGA – Pembangunan serta perbaikan infrastruktur jalan dan air bersih masih mendominasi pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Lingga Timur, Kabupaten Lingga, Rabu (29/1/2020) kemarin.

Dari delapan desa di wilayah kecamatan ini, hampir seluruhnya masyarakat meminta fasilitas peningkatan perekonomian kerakyatan lebih diprioritaskan.

Camat Lingga Timur, Abang Syafril sependapat bahwa usulan yang masuk dari sejumlah desa memang menjadi kebutuhan masyarakat yang sangat penting.

“Contohnya masalah jalan,” katanya kepada Delta Kepri disela Musrenbang yang berlangsung di Aula Desa Sungai Pinang, Rabu siang.

Saat sebelum di mulainya acara Musrebang Kecamatan Lingga Timur, Rabu (29/1/2020).

Lebih jauh Syafril menjelaskan bahwa beberapa desa seperti Desa Belungkur hingga ke Desa Langsik di kecamatan Lingga Timur memiliki potensi alam yang dapat menggerakkan roda perekonomian, namun lagi-lagi masalahnya terkendala infrastruktur jalan.

“Dari Belungkur ke Desa Langsik itu kan banyak aktifitas ekonomi di dalamnya, paling banyak gitu kan. Aktifitas pariwisata alam bahari nya banyak di sana, karena udah disurvei orang barat (WNA) segala macam, wisata itu berpotensi besar tapi kendala di infrastruktur jalan,” jelas pria yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Disparpora Kabupaten Lingga itu.

Mengenai jalan serta usulan yang sejak lama bahkan sepuluh tahun tak kunjung terealisasi, Syafril meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga dapat memprioritaskan usulan warga untuk kedepannya.

“Usulan yang baru baru dua tiga tahun kebelakang tak perlu lah. Kita tidak muluk-muluk, usulan yang 5 tahun keatas kami minta dijadikan prioritas. Minimal satu desa satu usulan, yang fisik kalau bisa,” tegas Syafril.

Foto bersama sejumlah pejabat dalam kegiatan Musrenbang Kecamatan Lingga Timur

Dibagian lain, Syafril mengatakan persoalan yang masih dihadapi sampai sekarang di salah satu desa adalah soal air bersih.

Ia mengungkapkan sudah sejak lama sekitar sepuluh tahun masalah air belum juga menemukan solusi, bahkan keberadaan Pamsimas sekalipun.

Bahkan Syafril menilai bahwa wacana Pemerintah Kabupaten Lingga menyuplai air bersih ke Kota sebagai lelucon.

“Orang di Sungai Pinang ini butuh air, lucu kita nih mau jual air ke Batam tapi kita sendiri masih haus,” pungkas Syafril.

Dalam kegiatan Musrenbang Tingkat Kecamatan Lingga Timur Tahun 2020 yang berlangsung selama dua hari itu, dihadiri perwakilan OPD Kabupaten Lingga, Asisten, Anggota DPRD Lingga, TNI/Polri, Tokoh masyarakat dan seluruh Kades maupun Sekcam dan Staf Kecamatan Lingga Timur.


TAG


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *