Merdeka.com

Menag: Pemuda Harus Paham Makna Radikal

Artikel ini sudah dibaca sebanyak 739 kali.


Delta Kepri – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, mengajak generasi muda untuk memahami makna radikal dari perspektif agama. Menurutnya, semua agama yang ada mengajarkan untuk melakukan kebaikan, bukan sebaliknya.

“Setiap pemeluk agama harus radikal, dalam arti keyakinan yang mengakar,” katanya saat menjadi keynote speech dalam dialog pencegahan paham radikal terorisme dan ISIS bertema “Peran Generasi Muda Dalam Pencegahan Terorisme” di Jogja Expo Center, Rabu (28/10/2015).

Dalam konteks agama, kata Lukman, radikal tidak harus diperangi. Tapi, harus dilakukan bagi setiap orang beragama yang benar-benar memahami konteks radikal. “Yang perlu diperangi bukan radikal, tapi efek negatif dari ekstrimisme yang kemudian memaksakan kehendak,” jelasnya.

Lukman menyampaikan, dua alasan orang melakukan tindakan ekstrim. Pertama, seseorang itu merasa diperlakukan tidak adil, sehingga merespon dengan melakukan tindakan, dengan cara-cara kekerasan dan karena landasan faham keagamaan yang sempit.

“Dia merespon ketidakadilan dengan cara-cara ekstrim, ingin jalan pintas. Ketidakadilan itu mulai dari lingkungan sosial, hukum, politik, dan masih banyak lainnya,” tutur dia.

Lukman juga menyoroti pengertian Jihad yang sering diartikan untuk melakukan aksi teror. Padahal, menurut Lukman, ada banyak makna dari kata Jihad. Sehingga, pandangan jihad yang berarti perang hanya dilihat dari sudut pandang sempit dalam memaknai agama.

“Jihad bisa diartikan haji mabrur, berbakti pada orang tua, menyampaikan kebenaran, menuntut ilmu, membantu fakir miskin, dan masih sangat luas lainya,” jelasnya.

Sementara, Kepala Badan Nasional Penangulangan Terorisme, Komjen Pol Saud Usman Nasional menambahkan, peran pemuda sangat dominan dalam upaya pencegahan tindakan terorisme.

“Pemuda jadi garda terdepan, aset nasional, penerus bangsa, dan calon pemimpin generasi saat ini. Ada 1000 orang disini, semoga ditularkan ke yang lain dalam pencegahan terorisme,” katanya. (net/Okezone)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *