Melalui seleksi ketat, Lis terima penghargaan Kota Layak Anak

Artikel ini sudah dibaca sebanyak 504 kali.


Delta Kepri – Pemerintah Kota Tanjungpinang dibawah kepemimpinan Lis-Syahrul kembali menerima penghargaan. Kali ini prestasi perdana sebagai Kota Layak Anak tingkat Pratama.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Yohana Susana Yanbise kepada Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah di Swissbel Hotel, Pekanbaru, Sabtu (22/7).

Dikatakan Yohana, Kabupaten/Kota penerima penghargaan kota layak anak patut berbangga, karena harus menempuh seleksi yang sangat ketat dari tim evaluasi yang bukan hanya saja melibatkan satu kementerian teknis. Tetapi juga melibatkan banyak lembaga yang berkaitan dengan anak seperti Kementerian Pemberdayaan Perempuan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Bappenas, Komisi Perlindungan Anak Indonesia serta pakar anak. Tanjungpinang terpilih menjadi Kota Layak Anak tingkat Pratama bersama 126 kabupaten/kota Se-Indonesia.

Pun, dikatakannya ada tingkatan kota layak anak, yaitu kota layak anak tingkat pratama, madya, utama dan kota layak anak. Namun hingga saat ini belum ada satupun kota di Indonesia yang mendapat predikat kota layak anak.

“Untuk mencapai hal tersebut perlu komitmen yang kuat dari pemerintah daerah, kerjasama semua pihak, media, masyarakat, kelembagaan, pihak eksekutif dan legislatif,” ujarnya.

Ada 24 kriteria penilaian yang dibagi menjadi 5 kluster yaitu anak berhak mendapatkan akte kelahiran, pendidikan yang layak, pelayanan kesehatan yang baik dan tidak diskriminatif, mendapatkan kesejahteraan anak, tersedianya sarana dan prasarana anak berkebutuhan khusus, serta penanganan anak yang berhadapan dengan hukum.

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah merasa bahagia atas penghargaan yang diterima Pemko Tanjungpinang. Dimana untuk pertama kalinya Tanjungpinang mendapat penghargaan tersebut sejak berdiri. Ia juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Tanjungpinang, OPD Pemko Tanjungpinang, serta seluruh elemen yang ada yang telah mendukung dan terjalin kerjasama yang baik sehingga prestasi tersebut dapat diraih.

“Meskipun Tanjungpinang mendapat penghargaan kota layak anak, namun bukan berarti permasalahan anak tidak ada. Akan tetapi Pemerintah Kota Tanjungpinang berupaya meminimalisir permaslaahan anak serta berkomitmen menciptakan kota layak anak, sehingga kota Tanjungpinang layak untuk tempat tinggal anak, dan anak juga dapat mengembangkan kreativitasnya,” kata Lis.

Dia melanjutkan, fasilitas umum, sarana prasana yang mendukung yang ramah anak seperti Puskesmas, sekolah yang ramah terhadap lingkungan anak, taman bermain, anggaran yang tersedia untuk kegiatan yang berkaitan dengan anak, dan regulasi menjadi bagian penilaian yang terdapat pada 24 kriteria penilaian. Dengan keterbatasan yang ada, kedepannya Tanjungpinang harus memperbaiki sarana dan sarana untuk fasilitas anak.

“Anggaran dari APBD untuk fasilitas permainan anak cukup besar, namun karena saat ini masih terjadi defisit anggaran, maka disesuaikan dengan kebutuhan yang menjadi skala prioritas,” ungkapnya.

Puncak peringatan Hari Anak Nasional dilaksanakan di Gedung Daerah Pekanbaru, Ahad (23/7). Dihadiri oleh Presiden RI Jokowidodo beserta istri, ibu wakil Presiden, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan anak serta Mensesneg.(RK/Hms)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *