Laporan Pertanggungjawaban Bupati Lingga Tahun 2017 dihadiri seluruh Fraksi

Artikel ini sudah dibaca sebanyak 1103 kali.


Delta Kepri – Paripurna DPRD Kabupaten Lingga dengan agenda Laporan Pertanggungjawaban Bupati Lingga akhir TA 2017, dihadiri seluruh fraksi di Kantor DPRD Lingga, Selasa (3/4).

Dalam Paripurna itu, Wakil Ketua I DPRD Lingga Kamaruddin Ali diberikan kesempatan Ketua DPRD Kabupaten Lingga Riono untuk mengetuk palu tanda paripurna resmi di buka.

Tampak hadir dalam paripurna tersebut, seluruh pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Lingga dari Fraksi masing-masing partai politik, Wakil Bupati, Sekda, KNPI, Kepala Dinas OPD beserta jajarannya, Badan, Instansi pertikal, Camat, Lurah, Kepala Desa, Tokoh Pemuda dan Tokoh Masyarakat.

Bupati Lingga H Alias Wello dalam laporan pertanggungjawaban TA 2017 silam menerangkan bahwa dari penerimaan pendapatan Kabupaten Lingga TA 2017 sebesar Rp 744,68 Miliar atau 102,34 persen dari anggaran Rp 727,65 miliar lebih.

Penerimaan pendapatan terdiri dari penerimaan PAD yang terealisir sebesar Rp 22,8 miliar lebih atau dalam presentase yakni 95,25 persen dari target Rp 23,18 miliar.

Sedangkan, menurut dia, mengenai dana perimbangan Kabupaten Lingga, yakni terealisir sebesar Rp 615,99 miliar lebih atau dalam presentase 104,56 persen dari target Rp 589,12 miliar.

Untuk porsi terbesar berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang terealisasi Rp 411,78 miliar atau dalam presentase 100,6 persen dari target Rp 382,76 miliar.

Kemudian pendapatan-pendapatan lain yang sah Kabupaten Lingga, kata Awe, terealisir Rp 106,6 miliar atau capaian presentase 92,43 persen dari target Rp 115,30 miliar lebih, sedangkan penerimaan pembayaran sebesar Rp 79,77 miliar yang bersumber dari Silva.

Berkenaan dengan belanja Pemerintah Kabupaten Lingga TA 2017 terealisasi Rp 746,61 miliar atau 92,24 persen dari belanja yang direncanakan sebesar Rp 809,38 miliar lebih.

Belanja diatas, lanjutnya terdiri dari belanja tidak langsung Rp 370,9 miliar lebih atau 92,8 persen dari target Rp 399,67 miliar, dan belanja langsung Rp 375,71 miliar atau 91,70 persen dari target Rp 400,71 miliar.

Sementara untuk urusan wajib, Pemerintah Kabupaten Lingga pada TA 2017 telah melaksanakan 25 urusan wajib dengan total anggaran Rp 271,15 miliar lebih yang terealisir Rp 249,04 atau 91,84 persen.

“Sedangkan urusan pilihan sebesar Rp 24,9 miliar lebih, terealisir Rp 22,3 miliar lebih atau 89,67 persen dengan jumlah program dan kegiatan yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi tidak termasuk program dan kegiatan rutin,” kata Awe, di ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Lingga.

Ditambahkannya, terkait dana dekonsentrasi dari APBN pada TA 2017, Pemkab Lingga menerima kucuran dana sebesar Rp 96 miliar dengan realisasi penyerapan Rp 75,25 miliar atau 78,4 persen.

Adapun pada tahun 2017 tersebut, dia mengatakan, Pemkab Lingga terus fokus kepada pengembangan 4 sektor unggulan daerah yakni pertanian, peternakan, perikanan dan pariwisata dengan tetap memperhatikan 3 sektor pelayanan kepada masyarakat yaitu pendidikan, kesehatan, kependudukan dan catatan sipil.

Kemudian dalam bidang pertanian, dia menjelaskan bahwa Pemkab Lingga telah mencetak seluas 720 hektar dari target 3000 hektar, sementara untuk perkebunan rakyat yang terdiri dari komuditi kelapa, sagu, sahang dan karet lebih dari pada 13500 hektar.

Lanjutnya, untuk populasi ternak sapi, kata dia telah mencapai lebih kurang 3400 ekor. Sementara itu, di bidang perikanan juga telah tercetak tambak lebih kurang 40 hektar dan tetap terus dilakukan pengembangan budidaya kerambah serta perikanan budidaya air tawar dengan fasilitas pendukung.

Mengenai produksi perikanan, jumlah produksi pada tahun 2017 telah mencapai lebih dari 33 ribu ton. Selanjutnya dari sektor pariwisata dengan jumlah dengan kunjungan wisatawan mencapai 12000 ribu orang dengan 100 persen kunjungan tersebut berasal dari wisatawan manca negara.

Ditengah membacakan LKPj, Awe sempat terhenti sejenak saat membacakan kerjasama Pemkab Lingga yang tidak di cantumkan oleh Bappeda.

“Tampaknya Bappeda kurang cermat, ini ada sebagian yang tercecer, yakni terkait perjanjian kerjasama kita dengan BPPT, LIPI dan IPB Bogor,” kata Awe kembali memberikan penjelasan kerjasama yang tidak dimasukan oleh Bappeda saat itu.

Dengan hasil laporan LKPj TA 2017 itu, diakhir kata sambutannya, Awe mengakui masih terdapat kekurangan, dan menurutnya, kata dia, hal itu akan terus ditingkatkan di masa-masa yang akan datang.

“Saudara Ketua dan Wakil Ketua dan anggota DPRD yang saya hormati, pengantar laporan keterangan LKPj Pemerintah Daerah yang kami sampaikan kepada Ketua dan para Wakil Ketua serta anggota DPRD Kabupaten Lingga yang terhormat, masih banyak kekurangan-kekurangan yang perlu diperbaiki dan akan kami tingkatkan dimasa-masa yang akan datang. Selanjutnya, semoga apa yang telah kami sampaikan dapat memberi manfaat kepada kemajuan bagi Kabupaten Lingga,” tukasnya.

Seusai Bupati Lingga membacakan hasil LKPj TA 2017, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Lingga Kamaruddin Ali memberikan LKPj pemerintah daerah Kabupaten Lingga kepada masing-masing ketua Fraksi Partai Politik yang hadir.

Dan pada kesempatan itu, Kamaruddin Ali juga menyampaikan banyak polemik yang terjadi atas apa yang dirasakan masyarakat saat ini.

Sehingga sebagai Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Lingga dari fraksi Partai Golkar tersebut, Wak Den memberikan apresiasi dan menujukan sikap dan sudut pandang dari kacamata sebagai Wakil Rakyat seusai mendengar laporan LKPj dari Bupati akhir TA 2017.

“Berbagai upaya dalam rangka membangun daerah dan memberikan pelayanan dan pencapaian kesejahteraan masyarakat di kabupaten lingga ini. Meskipun, apa yang beliau lakukan masih banyak kekurangan dan perlu perjuangan-perjuangan, kami mengharapkan pembangunan terus berjalan,” kata pria yang akrab disapa Wak Den tersebut.

Kemudian, lanjutnya, berkali-kali pihaknya juga menyampaikan kekuatiran ketika seorang Bupati bergerilya ingin menyampaikan pengunduran diri sebagainya, program yang disampaikan oleh Bupati itu bakal berhenti ditengah jalan.

Menurutnya, sebelum Bupati Lingga Alias Wello melakukan pengundurkan diri, ada baiknya Awe segera melakukan pembenahan-pembenahan dan terobosan-terobosan yang mendasar sesuai harapan rakyat.

“Begitu kerasnya palu sidang yang kami ketuk, tapi kami katakan itu tidak sekeras jeritan hati rakyat. Hari ini, betapa kerasnya harapan rakyat di seluruh Kabupaten Lingga agar pemerintan memberikan kesejahteraan kepada rakyat. Tapi kenyataanya, masih banyak yang masih perlu dibenahi, meskipun saya katakan berbagai upaya yang telah luar biasa, yang dilakukan oleh bupati, perlu kita berikan apresiasi, kita berikan apresiasi,” sebut Wak Den malam itu.

“Tapi sekali lagi saya katakan, jeritan rakyat yang sangat keras, tidak sekeras ketukan palu sidang hari ini. Maka di akhir jabatan bupati yang akan mengundurkan diri nantinya, jangan sampai justru kerongkongan yang kering dan pahit malah dirasakan rakyat,” tutupnya. (Simarmata)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *