Lantamal IV tangkap KM Putra Punggur di Perairan Batam

Artikel ini sudah dibaca sebanyak 2474 kali.


Delta Kepri – Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Lantamal IV dari unsur KAL Anakonda II-4-61 berhasil mengamankan KM. Putra Punggur di perairan Batam, Minggu (12/02).

Komandan Lantamal IV Laksamana Pertama TNI S. Irawan, S.E. mengatakan KM. Putra Punggur jenis kapal cargo kayu GT 33 adalah salah satu target operasi dari tim WFQR Lantamal IV yang dinakhodai oleh “M” dengan 6 orang ABK.

Menurut keterangan nakhoda pemilik kapal “Y”. Saat diamankan oleh tim WFQR Lantamal IV, kapal berlayar dari pelabuhan Punggur Batam tujuan Tanjung Batu Karimun bermuatan alat-alat bangunan dan bahan rumah tangga tanpa dilengkapi dokumen yang sah.

“Dari hasil pemeriksaan sementara kita, pelanggaran yang dilakukan adalah kapal berlayar tidak dilengkapi dengan Surat Pemberitahuan Berlayar (SPB), tidak ada Sijil dan tidak memiliki dokumen tentang manifest muatan kapal,” ucap Danlantamal IV.

Selain itu, Laksma TNI S. Irawan juga menjelaskan modus yang digunakan oleh para pelaku, diantaranya barang-barang illegal yang diduga kuat berasal dari Singapura atau Malaysia, masuk ke wilayah hukum Indonesia.

Barang diketahui dimasukkan lewat kontainer dan dibawa oleh kapal-kapal besar secara illegal. Kemudian, barang-barang tersebut dikumpulkan disuatu tempat di Kota Batam, selanjutnya diangkut keberbagai wilayah tujuan dengan menggunakan kapal-kapal tonase yang lebih kecil.

“Para pelaku sengaja melakukan aksinya pada saat hari libur guna memanfaatkan kelengahan petugas. Saat dilakukan penyergapan terhadap target, kondisi cuaca cukup buruk dimana gelombang laut cukup tinggi dengan arus yang sangat kuat disertai hujan lebat dan tiupan angin yang cukup kencang,” jelas Laksma TNI S. Irawan.

Laksma TNI S. Irawan juga menghimbau kepada para pelaku penyelundupan agar berhenti melakukan kegiatan ilegal yang nyata -nyata merugikan negara.

Menurutnya percuma saja mencari celah untuk menghindari pantauan petugas para pelaku pasti tertangkap, karena aparat keamanan di laut akan terus bekerja sama memberantas kegiatan illegal ini. (Oppy)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *